SMKN 1 Pangandaran Masuk Program Nawacita

197
0
NANA SURYANA / RADAR TASIKMALAYA MENYIMAK. Sejumlah tenaga pengajar di SMKN 1 Pangandaran mengikuti kegiatan Pendampingan Revitalisasi SMK 2017 kemarin (17/11).

PANGANDARAN – SMKN 1 Pangandaran menjadi salah satu SMK dari 125 SMK se-Indonesia yang menjadi pilot projects program Revitalisasi SMK 2017. Selama lima hari, para tenaga pengajar mengikuti kegiatan pendampingan tahap dua yang berisi evaluasi, sekaligus merancang program kegiatan untuk 2018 dan 2019.
Kepala SMKN 1 Pangandaran Drs Dede Tarlana MM mengatakan Pendampingan Revitalisasi SMK merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. “Ada sejumlah sekolah yang dipilih sesuai program Nawacita Pak Jokowi yaitu di bidang kemaritiman, pariwisata, pertanian dan industri kreatif,” ungkapnya kepada Radar, kemarin (17/11).
Dede menjelaskan pendamping revitalisasi di sekolahnya ditekankan pada bidang keahlian kemaritiman. “Ada tiga kompetensi keahlian yang kita miliki yang terkait program ini yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknika Kapal Penangkap Ikan dan Agrobisnis Pengolahan Hasil Perikanan,” ujarnya.
Pendampingan revitalisasi saat ini merupakan program kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pendampingan revitalisasi SMK yang dikhususkan untuk merencanakan program. Sementara untuk saat ini, kata dia, ada empat isu strategis yang menjadi fokus pendampingan. Di antaranya, terkait kurikulum sekolah yang diharapakan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Kemudian, persoalan tenaga pendidik atau guru yang diharapkan memiliki kualifikasi dan kompetensi keahlian sesuai kebutuhan. “Selanjutnya yaitu sarana dan prasarana. Ternyata kondisinya di Indonesia masih banyak yang jauh tertinggal dengan kebutuhan di dunia industri. Termasuk di sekolah kita karena memang peralatannya mahal, harus ada keterlibatan pemerintah dan dunia industri untuk ikut membantu,” ungkapnya.
Terakhir, kata dia, yaitu memperbaiki hubungan dengan dunia industri. “Lulusan dari SMK harus terserap di dunia industri. Karena itu kita harus melahirkan siswa-siswi yang berkualitas dan siap bersaing,” ujarnya.
Dalam program revitalisasi SMK tersebut, pendampingan dilakukan langsung oleh tenaga ahli dari Universitas Pendidikan Indonesia. “Harapan kami program ini dapat membawa sekolah kami menjadi SMK ideal yang berkualitas,” tutur dia.
Sementara itu, Pendamping Program Revitalisasi SMK Dr Johar Maknun MSi mengatakan SMKN 1 Pangandaran merupakan salah satu SMK unggulan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor kelautan di wilayah Jawa Barat.
“Tinggal bagaimana sekarang membangun pencitraan agar sekolah ini banyak diminati. Mengubah pandangan bahwa sektor kelautan seperti nelayan itu berpenghasilan rendah padahal sumber daya kelautan sangat menjanjikan. Contoh suksesnya dilakukan ibu Menteri Susi yang juga warga Pangandaran,” ungkapnya.
Pengembangan sektor kelautan, terang dia, seperti pembangunan pelabuhan di Bojongsalawe Kecamatan Cijulang juga akan membutuhkan banyak tenaga kerja. “Jangan sampai masyarakat di sini nantinya hanya jadi penonton. Karena itu sumber daya manusia harus dipersiapkan,” tutur dia.
Johar juga berharap keterlibatan pemerintah daerah melalui dinas terkait serta dunia industri untuk mendukung pengembangan kompetensi keahlian di SMKN 1 Pangandaran. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.