Kemendikbud Kucurkan Rp 630 Juta untuk SMK

SMKN 2 Garut Pamerkan Karya Teknologi Siswa

22
MENCOBA. Kepala P4TK BMTI Kemendikbud Marthen K Patiung saat mencoba roket air buatan siswa SMKN 2 Garut Rabu (4/12). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

TAROGONG KIDUL – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kabupaten Garut mengadakan open house dan pameran teknologi Rabu (5/12). Dalam kegiatan tersebut dipamerkan berbagai karya teknologi para siswa.

“Kegiatan ini diadakan selama tiga hari hingga 7 Desember 2018. Ini terbuka untuk umum, perusahaan maupun pemerhati pendidikan,” ujar Kepala SMKN 2 Garut Bejo Siswoyo kepada wartawan kemarin.

Menurut dia, acara tersebut bagian dari salah satu program terobosan lima poin revitalisasi SMK, yang melingkupi revitalisasi kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, fasilitas belajar, kerja sama dengan industry serta kualitas lulusan.

“Hal ini sebagai tindak lanjut dari Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, dimana Inpres ini mengembalikan peran SMK sebagai penghasil tenaga kerja,” katanya.

Ia menyebutkan salah satu stand karya siswa yang dipamerkan yakni roket air balistik yang telah menjadi juara 1 pada lomba Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Selain itu, kata dia, ada inovasi kendaraan roda tiga yang bertenaga listrik dengan sumber energi solar cell serta informasi bursa kerja yang dibuka oleh perusahaan swasta ternama.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengapresiasi program SMKN 2 Garut yang memamerkan karya-karya siswanya ini.

Meski SMK sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, keberadaannya tetap memberikan manfaat bagi Kabupaten Garut.

“Kontribusi SMK di Garut ini luar biasa untuk Kabupaten Garut,” katanya.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Garut akan berupaya mendorong potensi para siswa tersebut melalui dinas-dinas terkait yang bisa disinergikan dengan program SMK.

“Kita sudah punya broadcasting yang bagus, bagaimana kita bikin iklan dalam rangka melayani masyarakat,” terangnya.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TK BMTI) Kemendikbud Marthen K Patiung mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan dana pendidikan dan latihan (diklat) sebesar Rp 630 juta untuk masing-masing SMK Negeri sebagai upaya meningkatkan kemampuan potensi siswa agar siap menghadapi dunia kerja.

Bantuan dana diklat dari Kemendikbud melalui P4TK BMTI baru direalisasikan di Jawa Barat, yakni SMKN 2 di Garut, Karawang, Cirebon dan SMKN di Kabupaten Kuningan.

Ia menyatakan seluruh SMKN dipastikan akan mendapatkan dana bantuan tersebut dengan besaran dana sama sebesar Rp 630 juta. “Pasti semua dapat bantuan dari BMTI,” katanya.

Ia menjelaskan dana tersebut untuk membantu sekolah dalam kegiatan pelatihan praktik seperti di bengkel otomotif atau praktik lainnya.

Dana itu, lanjut dia, tidak bisa digunakan untuk membeli peralatan praktik seperti mesin, melainkan untuk hal seperti mengganti kabel atau komponen dalam alat praktik. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.