SMKN 2 Kota Tasik Gelar Workshop KTSP

95
0
WORKSHOP DARING. SMKN 2 Kota Tasikmalaya menggelar workshop penyusunan kurikulum dan bahan ajar di ruang rapat SMKN 2 Tasikmalaya Selasa (12/5). Workshop dilakukan secara daring. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA
WORKSHOP DARING. SMKN 2 Kota Tasikmalaya menggelar workshop penyusunan kurikulum dan bahan ajar di ruang rapat SMKN 2 Tasikmalaya Selasa (12/5). Workshop dilakukan secara daring. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 2 Kota Tasikmalaya menyelenggarakan workshop penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Penguatan Teaching Material dan penilaian di ruang rapat SMKN 2 Tasikmalaya, Selasa (12/5).

Workshop ini dilaksanakan selama 4 hari sejak Senin hingga Kamis (11-14/5). Rapat dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 menggunakan aplikasi Zoom Meeting.

Wakil Kepala SMKN 2 Kota Tasikmalaya Bidang Manajemen Mutu Isdiono SPd MT mengatakan, setiap tahun sekolah itu harus menyiapkan kurikulum yang akan diimplementasikan di sekolah.

Agar nantinya ketika masuk tahun ajaran baru sudah siap segala sesuatunya, termasuk bahan ajar dan penilaiannya.

“Dalam menyiapkan bahan ajar itu kami melibatkan industri, baik skala nasional maupun internasional. Hal ini untuk memberikan gambaran, sehingga materi ajar sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya kepada Radar, Selasa (12/5).

Isdiono mengatakan, workshop ini diisi presentasi persiapan materi bahan ajar masing-masing guru yang diwakili ketua jurusannya. Jadi kegiatan ini diikuti tenaga pendidik sebanyak 141 orang, dan tenaga kependidikan 40 orang.

Loading...

Lanjut Isdiono, workshop ini dilakukan setiap tahunnya dengan cara meng-update bahan untuk disesuaikan dengan kondisi yang akan ditempuh.

“Jadi ini sifatnya menyempurnakan, adapun kurikulumnya tetap. Namun bahan ajar masih disempurnakan dengan kebutuhan dari industri,” kata dia.

Isdiono mengungkapkan, jika di industri ada yang namanya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), maka pada kurikulum ada kompetensi dasar.

Jadi di SMK memadukan antara kurikulum nasional dan kebutuhan industri untuk bahan ajarnya.

Lanjutnya, pada kurikulum SMK ini soft skill sangat diperlukan. Hal itu mencakup cara siswa berkomunikasi, sikap dan lain-lain.

Pada hari pertama workshop, sambungnya, ada pembekalan dari Kadisdik Provinsi Jawa Barat. Selasa (12/5) ada paparan dari Direktur SMK dan Kementerian Pendidikan.

Diharapkan dengan adanya workshop ini, guru-guru dapat mempresentasikan hasil kesiapan masing-masing guru dalam menghadapi tahun ajaran baru, terutama dengan materi yang akan diajarkan.

Setelah selesai workshop ia berharap bisa terinformasikan panduan penilaian SMK, tersusunnya pembagian tugas pembuatan material teaching dan instrumen, penilaian oleh kepala program keahlian dan jetua MGMP, adanya SK pembuatan modul untuk tiap tenaga pendidik, tersusunnya material teaching pembelajaran modul tugas tes tulis, tugas tes praktik, penilaian diri, pembuatan materi uji kompetensi tes tulis dan tes praktik.

“Selain itu tersusun alat dan bahan untuk pembelajaran uji kompetensi tiap unit kompetensi dan tersusunnya KTSP SMK Negeri 2 Tasikmalaya yang divalidasi oleh industri sebagai institusi pasangan,” kata dia.

Kepala SMKN 2 Kota Tasikmalaya Dr H Wawan SPd MPd  mengatakan tujuan dari workshop ini adanya sinergi antara pemerintah, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dalam dan luar negeri, Politeknik dan BUMN dalam proses KBM di SMKN 2.

Hal ini untuk menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi dan berkarakter baik.  Serta terwujudnya tujuan pendidikan nasional yang didokumenkan dalam bentuk KTSP. (obi) 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.