SMKN 3 Tasik Ciptakan Suasana Belajar Menyenangkan

31
0
BERI MOTIVASI. Plt Kepala SMKN 3 Tasikmalaya Dr, H, Wawan, SPd, MM memberikan materi workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di SMKN 3 Tasikmalaya, Kamis (4/2/2021). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
BERI MOTIVASI. Plt Kepala SMKN 3 Tasikmalaya Dr, H, Wawan, SPd, MM memberikan materi workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di SMKN 3 Tasikmalaya, Kamis (4/2/2021). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – SMKN 3 Tasikmalaya kuatkan ekosistem civitas akademika melalui workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) pada 4-6 Februari 2021.

Plt Kepala SMKN 3 Tasikmalaya Dr, H, Wawan, SPd, MM mengatakan, puluhan guru mengikuti workshop GSM ini agar bisa mengembangkan budaya pembelajaran sesuai dengan peradaban. Sebab, kata ia, di era globalisasi guru perlu untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah.

“Dengan workshop GSM ini akan mendorong guru agar selalu mengikuti perkembangan peradaban,” katanya kepada Radar, Kamis (4/2/2021).

Artinya, Sambung Wawan, guru juga harus mengetahui sejarah. Manfaatnya, dalam proses belajar-mengajar, kompetensinya bisa terus meningkat sesuai era Revolusi Industri 4.0 dan sesuai nilai pendidikan karakter bangsa Indonesia.

“Di sini guru harus mengubah metode pembelajaran karena saat ini zamannya siswa untuk berfikir kritis dan belajar yang menyenangkan,” ujarnya.

loading...

Workshop GSM ini, kata Wawan, salah satu upaya meningkatkan kualitas guru sehingga berpengaruh pada lulusan yang berfikir inovatif, kreatif, original dan memiliki keahlian melek literasi digital.

“GSM juga untuk melawan tantangan yang dihadapi sekolah, di antaranya tuntutan revolusi 4.0 dan era Vuca (perubahan yang sangat cepat, Red),” katanya.

Oleh karena itu perlu arahan program pendidikan yang bisa sinkron dengan kebutuhan masa depan. Hal itu dapat mewujudkan siswa yang bertanggung jawab, peduli lingkungan, jujur, dan memiliki budaya belajar yang kritis dan menyenangkan.

“Hasilnya menciptakan siswa SMK yang berkarakter budaya kerja yang baik dan berkompetensi unggul,” ujarnya.

Sambung Wawan, GSM ini juga dapat memantik perkembangan karakter siswa karena bisa belajar melalui lingkungan dengan model pembelajaran sosial dan keagamaan.

“Dengan melibatkan semua pihak, mulai dari warga sekolah, orang tua dan masyarakat bisa menyukseskan proses pendidikan yang lebih baik lagi,” katanya.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr, Abur Mustikawanto, MEd memberikan arahan kepada guru-guru SMKN 3 Tasikmalaya agar memberikan strategi pembelajaran yang menyenangkan. Hal itu pernah ia lakukan saat menjadi guru Fisika dan Elektronika di SMA dan SMK.

“Dengan cara seperti itu, setiap siswa dapat menikmati proses pembelajaran yang menyenangkan karena lingkungan belajarnya kondusif atau joyfull learning,” ujarnya.

Di antaranya, kata Abur, pembelajaran itu dirancang harus yang menarik sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan beban psikologis siswa.

“Lalu dapat mengefektifkan aktivitas belajar-mengajar siswa sehingga bisa langsung mempraktekkannya,” katanya.

Lanjutnya, ada faktor terpenting juga dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan yaitu dengan interaksi dan komunikasi antara pendidik dan peserta didik.

“Strategi pembelajaran yang menyenangkan ditentukan oleh kemampuan guru dalam menciptakan interaksi dan komunikasi,” ujarnya.

Lalu, memberikan aneka ragam penyajian pembelajaran guru. Seperti memakai hal-hal baru dengan penggunaan humor yang tepat tentunya dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dalam bentuk kata-kata, gambar karikatur, anekdot atau cerita lucu, film kartun dan sebagainya.

“Belajar yang menyenangkan dengan menggunakan metode yang bervariasi, seperti ciptakan humor ringan sehingga mendorong siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar,” katanya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.