SMPN 13 Meraih Adiwiyata Nasional

258
0
ISTIMEWA. PRESTASI. SMPN 13 Kota Tasikmalaya menerima penghargaan Adiwiyata Nasional. Penghargaan diterima Kepala SMPN 13 Kota Tasikmalaya Usep Saefulloh MPd di Jakarta Jumat (15/12).

TASIK – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kota Tasikmalaya berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta Jumat (15/12). Penghargaan tersebut diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai peduli terhadap lingkungan dan mencintai lingkungan.

Kepala SMPN 13 Kota Tasikmalaya Usep Saefulloh MPd mengatakan sebanyak 434 sekolah negeri dan swasta seluruh Indonesia mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri. Di antaranya adalah SMPN 13 Kota Tasikmalaya yang berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional.

Menurutnya, penghargaan ini bukan tujuan akhir namun bentuk cerminan komitmen untuk terus mempunyai karakter peduli dan berbudaya lingkungan.

“Merasa bangga mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional, saya akan terus meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya memelihara lingkungan sekolah yang berkelanjutan,” kata dia kepada Radar, Minggu (15/12).

Program sekolah Adiwiyata, sambungnya, telah mendorong perubahan perilaku warga sekolah untuk hidup bersih dan sehat serta mampu mengelola lingkungan hidup di sekolah. Misalnya mengurangi timbunan sampah dengan pola 3R (reduce, reuse dan recycle), membuat lubang biopori dan sumur resapan.

“Saat ini warga sekolah sudah menerapkan wajib membawa tumbler (wadah air, Red) dan tempat makan. Selain itu membuat kurang lebih 20 lubang biopori beserta sumur resapan,” ujarnya.

Selain itu, dalam pembelajaran di sekolah sudah menerapkan kebijakan berwawasan lingkungan, kegiatan berbasis partisipatif, sarana prasarana yang ramah lingkungan dan kurikulum berbasis lingkungan.

“Guru sudah memasukkan materi kesadaran lingkungan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), rencana kerja sekolah (RKS) juga sudah terdapat program lingkungan hidup kebersihan serta kami mengajak daya dukung warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” katanya.

Ke depannya, lanjut Usep, pihaknya akan mengoptimalkan fasilitas pembuangan sampah agar bisa memilah sampah sesuai dengan kategorinya yaitu wadah warna hijau untuk sampah organik, wadah kuning untuk sampah anorganik, wadah warna merah untuk sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun rumah tangga.

Selain itu, tentunya sekolahnya ingin meningkatkan dari Adiwiyata Nasional menjadi Adiwiyata Mandiri.

“Ditanamkan berbudaya lingkungan dari sekolah untuk menyiapkan generasi sekarang menuju masa yang akan datang agar sadar lingkungan,” katanya.

Wakil Kepala SMPN 13 Kota Tasikmalaya bagian Kesiswaan Irman Sutiana SPd menjelaskan sudah ada pembiasaan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan memberikan program Rabu Bersih. Di samping itu anak diwajibkan membawa tempat air dan tempat makanan sehingga meminimalkan penggunaan plastik.

Selain itu, terdapat organisasi siswa yaitu anak cinta lingkungan sekolah dan kelompok anak untuk pembibitan dan pembuatan kompos. Selanjutnya untuk menjaga dan perawatan kelas diadakan pembagian tugas kepada siswanya masing-masing.

“Pembiasaan itu untuk mencerminkan penghargaan Adiwiyata yang telah kami terima,” katanya.

Keinginan warga sekolah, lanjutnya, bukan hanya meraih penghargaan saja, paling utama tertanam pola hidup bersih dan sehat. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.