SNV Berikan Pembelajaran Sanitasi

3
BERIKAN MATERI. WASH Advisor SNV Indonesia Bambang Pujiatmoko memberikan materi sanitasi dalam kegiatan Orientasi Media bertema Sanitasi Aman Tanggung Jawab Bersama di Hotel Horison, Senin (24/9).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV)  Indonesia memberikan pembelajaran sanitasi terhadap para jurnalis Kota Tasikmalaya di Hotel Horison, Senin (24/9).

Governance Advisor for Urban Sanitation/City Coordinator SNV Indonesia wilayah Tasikmalaya R Ika Praesty menjelaskan berdasarkan data Kementerian Kesehatan melalui aplikasi STBM Smart, dari 808.506 penduduk Kota Tasikmalaya, hanya sebanyak 493.269 orang atau 61,01 persen yang memiliki akses sanitasi.

“Bahkan hanya satu dari 69 kelurahan yang sudah dinyatakan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” ujarnya dalam Orientasi Media yang diselenggarakan di Hotel Horison, Senin (24/9).

Menurut Ika, media sangat berperan dalam membantu menyebarkan informasi, mengubah perilaku dan memotivasi masyarakat dalam mewujudkan hidup bersih dan sehat. Sehingga budaya buang air besar sembarangan (BABS) bisa segera ditinggalkan. “Kemudian target Kota Tasikmalaya sebagai Kota ODF (open defecation fee) bisa segera terwujud. Masyarakat sudah tidak BABS lagi,” terangnya.

WASH Advisor SNV In­do­nesia Bambang Pujiatmoko menga­takan ke­giat­an itu tidak hanya dilaksanakan di dalam ruangan. Di hari kedua (Se­lasa, 25/9) para peserta terjun lang­sung ke wilayah rawan sanitasi di Tasikmalaya. “Salah satunya RW 02 Cilembang, RW 13 Parakanyasag serta RW 08 dan 11 Panyingkiran. Para pe­serta kemudian mengikuti kegiatan grup untuk melakukan penulisan serta pre­sentasi hasil penulisannya,” jelas dia. (igi)

loading...