SNV Dukung Tasik Sanitasi Aman

214
0
KERJA SAMA. Asisten Daerah (Asda) I Kota Tasikmalaya H Nana Sudjana memberikan cinderamata kepada Wash SDG Multi Country Manager SNV Mr Rajeev Munankami (tiga dari kiri) di Hotel Horison Tasikmalaya Kamis (20/6). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) mendukung Kota Tasikmalaya menuju sanitasi aman 2020. Demikian salah satu pembahasan dalam program WASH SDG yaitu program air, sanitasi dan kebersihan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Kita melihat capaian gerakan sanitasi aman merupakan gerakan nyata dari Pemkot Tasikmalaya menjadikan berjalan secara amanah, komitmen dan menerapkan untuk menyukseskan sanitasi dan kebersihan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Country Director SNV Mrs Ismene Stalpers dalam acara Kick Off program Wash SDG kepada wartawan di Hotel Horison, Kamis (20/6).

Kemarin juga dilaksanakan pertemuan Multi Partner bersama Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Belanda melalui perwakilan di Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Daerah (Asda) I Kota Tasikmalaya H Nana Sudjana; perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Dedi Mulyana SE MSi; perwakilan Dinas Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Rizki Komalasari, dan dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Joko Puji Hartono SKM MKes serta undangan lainnya. Adapun dari SNV WASH SDG Multi Country Manager SNV Mr Rajeev Munankami, Country Director SNV Mrs Ismene Stalpers dan WASH Sector Leader di SNV Indonesia Mrs Maria Carreiro.

Country Director SNV Mrs Ismene Stalpers mengatakan, melalui program Wash SDG, SNV perwakilan Indonesia mendukung Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDG). Dengan demikian, akan tersedia akses sanitasi dan fasilitas kebersihan memadai dan layak untuk semua dan mengakhiri perilaku buang air besar sembarang (BAB) dan memberikan perhatian khusus pada kebutuhan perempuan dan anak perempuan serta mereka yang berada dalam situasi rentan.

“Kita melihat capaian gerakan sanitasi aman merupakan gerakan nyata dari Pemkot Tasikmalaya, menjadikan berjalan secara amanah, komitmen dan menerapkan untuk menyukseskan sanitasi dan kebersihan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Mrs Ismene Stalpers.

Tujuan utama program tersebut, menurut Ismene, adalah mendukung pemerintah kota membangun layanan sanitasi kota yang menyeluruh, inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pengelolaan sanitasi yang aman dan perilaku kebersihan yang lebih baik.

Asisten Daerah (Asda) I H Nana Sudjana mengatakan, melalui kerja sama dengan SNV diharapkan akan memperbaiki dan menangani seluruh rantai sanitasi dan menjawab berbagai kebutuhan masyarakat yang layak dan berkelanjutan. Dengan perkembangan Kota Tasikmalaya dan peran dari Dinas Kesehatan dan Jawara Open Defecation Free (ODF) dari SNV lainnya, masyarakat bisa sadar tidak buang air besar sembarang.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini bisa mencari solusi bersama dari mulai dari meningkatkan infrastruktur lingkungan dalam hidup sanitasi aman,” kata dia.

Menurutnya, sanitasi aman merupakan program sudah dikawal pemkot bersama SNV melalui Jawara ODF. Semua elemen masyarakat terlibat menyukseskan program tersebut.

“Apalagi ingin mempertahankan kota sehat, indikatornya keterkaitan mengurangi pencemaran lingkungan dan sumber-sumber air serta menjamin meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Sanitasi Aman Perlu Gerakan Masyarakat

Tim SNV juga, kemarin, mengunjungi lokasi Jawara ODF Menuju Sanitasi Aman (Saniman) di Kelurahan Sambongjaya Kecamatan Mangkubumi Kamis (20/6). Mereka melihat kondisi sanitasi di Kota Tasikmalaya. Salah satunya di Kelurahan Sambongjaya. Tim tersebut berbincang mengenai ODF dengan pihak Kecamatan Mangkubumi dan Kelurahan Sambongjaya di aula Kelurahan Sambongjaya.

Tim melanjutkan kunjungannya ke Babakan Domba Jalan Cikunten Kelurahan Sambongjaya. Mereka melihat pembuatan sanitasi aman.

Saat menuju Babakan Domba dari kantor Kelurahan Sambongjaya, tim tersebut menaiki delman. Mereka disambut warga dan siswa sekolah dasar. Bahkan, sebagian warga mengabadikan momen tersebut menggunakan handphone.

Tim tersebut juga melihat penyedotan tinja di kawasan itu. Setelah itu tim melanjutkan perjalanan ke lokasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu.

WASH Sector Leader di SNV Indonesia Mrs Maria Carreiro menyatakan program ODF sudah berjalan di beberapa negara, termasuk Indonesia.

“Untuk program sanitasi aman ini bukan kali ini dilaksanakan, melainkan sudah berjalan di beberapa negara,” katanya. Untuk mencapai sanitasi aman itu, harus ada komitmen bersama.

Agar mewujudkan sanitasi aman, pelaksanaannya harus berkelanjutan. “Apalagi untuk Kota Tasikmalaya ini menargetkan tahun 2020 ODF,” katanya. “Kami mohon kerja samanya agar program ini bisa tercapai. Intinya dalam hal ini harus saling terbuka, bahkan kami siap saling terbuka dengan menyiapkan tim ahli kami,” ujarnya menandaskan.

Camat Mangkubumi Drs H Soni MSi mengatakan pihaknya bersyukur karena SNV Indonesia sudah betul-betul peduli terhadap lingkungan. Utamanya untuk mewujudkan Kota Tasikmalaya bebas dari ODF atau buang air besar sembarang.

“Ini yang harus kita tumbuhkan agar sanitasi aman di Kota Tasikmalaya itu terwujud,” ujarnya. (mg1/ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.