Soal Ambruknya Atap Gedung IGD RSUD Ciamis, Begini Kata Polisi..

2180
0
MASIH BELUM DIPERBAIKI. Atap lantai dua IGD RSUD Ciamis yang ambruk beberapa waktu lalu sampai saat ini belum diperbaiki. Pihak RSUD Ciamis berharap bangunan tersebut bisa segera diperbaiki. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Satuan Reskrim Polres Ciamis menyimpulkan hasil penyelidikan mengenai ambruknya ruang IGD lantai atas RSUD Ciamis.

Wakapolres Ciamis Kompol Rendy Setia Permana SIK SH MH melalui Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Rizaldy Satria Wibowo SIK menyampaikan bahwa ambruknya IGD lantai atas RSUD Ciamis bukan karena permasalahan konstruksi.

Sebelum sampai kepada kesimpulan ambruknya atap bangunan di rumah sakit milik pemerintah itu, Polres Ciamis sebelumnya telah bergerak dan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Mereka juga mencari dan memeriksa saksi-saksi. Berikutnya, memasang police line di area TKP. Itu dimaksudkan menjaga keaslian (keorsinilan) TKP.

“Selain itu kami juga menjaga agar orang lain tidak sembarangan masuk ke sana mengingat khawatir terjadi peristiwa lain atau ambruk kembali bangunan tersebut. Itu alasan kami memasang police line,” ujarnya menjelaskan.

Kasat menambahkan, pihaknya juga memintai keterangan 6 saksi dalam kejadian tersebut. Baik dari pihak RSUD Ciamis hingga beberapa dinas terkait dan unsur lainnya.

Baca Juga : Hujan Deras dan Angin Kencang Hancurkan Puluhan Rumah di 3 Kecamatan Ciamis

Termasuk, pihaknya meminta dokumen terkait perencanaan IGD RSUD Ciamis dan dokumen kontrak pekerjaan teknis konstruksi IGD RSUD Ciamis serta meminta serah terima pekerjaan konstruksi IGD RSUD Ciamis.

“Nah, dilihat dari fakta-fakta keterangan saksi dan data dokumen yang diperoleh dalam proses penyelidikan, melihat kepada Pasal 65 Undang-Undang No 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi bahwa di sana tidak dikatakan sebagai gagal konstruksi,” kata Kasat menjelaskan.

Berdasarkan data detail engineering design (DED) dan data kontraktual bahwa pembangunan IGD RSUD Ciamis dilaksanakan pada 2008, sementara yang bisa dikatakan gagal bangunan menurut Undang-Undang No 2 tahun 2017 itu merupakan bangunan 0 sampai 10 tahun.

Sedangkan bangunan RSUD Ciamis yang ambruk, karena lebih dari 10 tahun tidak bisa dikatakan karena gagal konstruksi.

Dengan demikian, ambruknya atap RSUD Ciamis itu karena musibah atau bencana. Terlebih saat itu kondisinya hujan.

“Adapun untuk membangun kembali menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Ciamis yakni RSUD Ciamis sebagai pengguna barang, terkait melakukan renovasi kembali, sehingga bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Direktur RSUD Ciamis dr Rizali Sofyan menjelaskan, mengenai perbaikan kembali IGD RSUD Ciamis yang ambruk beberapa waktu lalu, pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas terkait. Termasuk dengan bupati karena pihaknya berharap tahun ini bangunan tersebut bisa kembali digunakan.

“Semoga saja bisa selesai dan bisa dibangun kembali ruang IGD RSUD Ciamis lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca juga : Rumah Pensiunan Polisi dan Ketua RT di Ancol Ciamis Terbakar

Sebelumnya, Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra SIK menjelaskan atap bangunan RSUD Ciamis yang ambruk beberapa waktu lalu akan diperiksa Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Mereka akan melakukan penyelidikan terkait ambruknya atap baja ringan tersebut.

“Jadi kita mengundang ahlinya dari Puslabfor dan sudah mengirim surat, insyaallah dalam waktu dekat mereka akan datang serta akan segera turun ke lapangan mengecek semua,” papar Dony kepada wartawan di Pendopo Ciamis, Jumat siang (23/10).
Hasil dari penyelidikan Puslabfor, kata Kapolres, akan diinformasikan ke Polres Ciamis.

“Mengenai persoalan ini sudah masuk langkah hukum karena lagi dalam penyelidikan,” kata Kapolres.

Dony menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi. Namun untuk lebih pasti penyebab ambruknya atap tersebut, kata dia, pihaknya menunggu hasil penyelidikan Puslabfor. “Masalah bangunan RSUD tentunya yang lebih tahu ahlinya apa konstruksinya gimana-gimananya, karena ahli bisa menilai,” ujarnya.

“Jadi police line kita pasang belum bisa dibuka sampai selesai kita melakukan Puslabfor datang serta penyelidikan di TKP selesai mereka bisa dibuka,” paparnya.

Mengenai persoalan targetan berapa harinya tergantung kesiapan Puslabfor datang.

“Bisanya kala penyelidikan dua sampai tiga hari bisa selesai, setelah itu baru bisa dibuka,” ujarnya.
“Pada intinya tunggu saja, sampai Puslabfor datang,” kata dia. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.