Soal Banjir Sukaresik Tasik, Warga Tidak Persoalkan Ganti Rugi, Tapi..

28
0
Loading...

SUKARESIK – Masyarakat di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik berharap normalisasi Sungai Cikidang-Citanduy bisa segera dilaksanakan dengan prosedur yang jelas.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Amas kepada Radar, Minggu (17/1).

“Masyarakat itu sederhana sebenarnya, yang penting ada sosialisasi yang benar. Maksudnya jangan sampai pada saat sosialisasi normalisasi disampaikan oleh orang A, pas pelaksanaan pengerjaannya oleh orang B,” ujarnya.

Menurut dia, pada akhirnya terjadi miskomunikasi, makanya masyarakat menjadi tanda tanya. Memang waktu itu juga disosialisasikan oleh BBWS sampai menurunkan alat berat untuk normalisasi. Cuma dalam pengerjaannyanya itu, orang yang menyosialisasikan normalisasi itu tidak ada waktu di lapangan.

Baca juga : Kader PDI-P Kota Tasik Baksos di 10 Kecamatan

loading...

“Coba jelaskan hadir ke masyarakat pengerjaannya seperti apa, konsultan siapa dan ke depannya seperti apa, jadi masyarakat juga nanti mengerti,” papar dia.

Bahkan, tegas dia, sebagai kepala desa dia sempat menolak rencana normalisasi Sungai Cikidang-Citanduy, karena BBWS minta harus ada tempat untuk menampung pembuangan hasil pengerukan dasar Sungai Cikidang-Citanduy.

“Termasuk nanti ada mobilisasi alat berat yang mengangkut tumpukan tanah dasar sungai pakai alat berat itu. Saya sudah coba nyari ke warga yang punya tanah yang mau diurug, ternyata pas pengerjaan alat berat bukan amphibi yang turun ke dasar sungai, jadi tidak sesuai yang disampaikan saat sosialisasi,” jelas dia.

Dia mengaku, sebagai pemerintah desa yang mewakili masyarakat, jika pekerjaan dalam normalisasi Sungai Cikidang-Citanduy ini asal-asalan akan ditolak. Seharusnya tuntas jangan setengah-setengah pengerjaannya.

Jadi sebenarnya, tambah dia, bukan masalah ganti rugi masyarakat itu, melainkan memang pihak BBWS harus benar-benar memberikan sosialisasi dan pengetahuan bahwa lokasi yang dinormalisasi adalah sepadan sungai.

“Masyarakat tinggal diberikan pengetahuan dan pengertian yang jelas. Jangan sampai ada pembohongan publik ke masyarakat. Kalau bilang A ya bilang seadanya, jangan bilang yang lain. Jangan sampai tadinya bilang A jadi B akhirnya,” ungkap dia.

Bahkan, sebagai kepala desa, dirinya saat terjadi banjir beberapa hari lalu, menyampaikan ke Dandim dan Polres Tasikmalaya Kota untuk duduk bersama mencari solusi dalam penanganan banjir di Sukaresik.

“Karena sudah jelas DAS Sungai Cikidang-Citanduy itu kewenangan BBWS dan harus ada tindakan bukan wacana semata. Jangan karena desakan dari sana sini, kemarin mengerjakan asal-asalan. Kami pemerintah desa yang jelek oleh masyarakat. Saya juga berharap agar pemerintah daerah, semua pihak duduk bersama,” tambah dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.