Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana Program Rutilahu 2016, Kejari Maraton Periksa Saksi-Saksi

189
0
PEMERIKSAAN. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi saat diwawancara terkait dugaan kasus penyelewengan anggaran pada program rumah tidak layak huni. Saat ini pihaknya tengah meminta keterangan satu persatu penerima bantuan program pemerintah tersebut. Cecep herdi / radar tasikmalaya
PEMERIKSAAN. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi saat diwawancara terkait dugaan kasus penyelewengan anggaran pada program rumah tidak layak huni. Saat ini pihaknya tengah meminta keterangan satu persatu penerima bantuan program pemerintah tersebut. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar terus mendalami dugaan kasus penyalahgunaan anggaran program rumah tidak layak huni (rutilahu) tahun 2016 di Desa Batu Lawang, Kelurahan Sukamukti dan Pataruman. Sebanyak 285 penerima bantuan rutilahu pun satu persatu dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Saat ini prosesnya masih memanggil para penerima bantuan. Sebelumnya, pemanggilan kepada fasilitator kemudian para pemilik toko bangunan dan dari Dinas Pekerjaan Umum,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi Kamis (18/7).

Banyaknya jumlah penerima bantuan yang dimintai keterangan membuat pemeriksaan membutuhkan waktu.

“Kan ada kelompok-kelompok penerima, jadi pemeriksaannya agak maraton supaya cepat. Karena saat ini permintaan keterangan sudah ke tahap penerima bantuan, sementara yang penerimanya ini banyak, jadi butuh waktu,” kata Gunadi.

Sejauh ini belum ada perkembangan terbaru. Jumlah dugaan kerugian negara sementara masih berkisar di angka Rp 200 juta dari tiga desa tersebut.

“Saat ini masih penyelidikan intel dan pemanggilan permintaan keterangan, baru nanti setelah selesai akan kita ekspose dan kita akan tahu hasilnya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar Irfan Aki Sya’bana mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar. Irfan meminta kasus dugaan korupsi program rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Banjar diusut tuntas. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.