FPIC Minta Kepala KPP Pratama Ciamis Diganti

Soal Janggut, Ganggu Kerukunan Beragama

134
0
Loading...

CIAMIS – Forum Peduli Islam Ciamis (FPIC) berunjuk rasa di halaman Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciamis di Jalan Drs H Soejoed, Selasa (2/7). Aksi tersebut berkaitan dengan adanya keluhan salah seorang security KPP yang disuruh berhenti bekerja lantaran berjanggut.

Dalam aksinya, FPIC meminta Kepala KPP Pratama Ciamis Aporen Siregar mundur. Setelah aksi, mereka beraudiensi dengan jajaran pejabat KPP. Dalam audiensi tidak tampak hadir Aporen Siregar. Massa aksi diterima oleh Kepala Seksi Pemeriksaan, Slamet Sugiharto.

Koordinator aksi FPIC Kabupaten Ciamis KH Deden Badrul Kamal menerangkan, tekanan Aporen Siregar kepada security Moh Elyas Ruhiat merupakan tindakan rasial. Tidak menghargai perbedaan agama. Akibatnya, persoalan ini viral dan meresahkan umat Islam.

Menurut dia, selama ini kerukunan beragama di Ciamis berjalan baik melalui wadah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Namun, adanya masalah tersebut dikhawatirkan melebar ke arah rusaknya kerukunan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). “Diharapkan Ciamis itu tetap manjing dinamis dan 99 persen kebanyakan mayoritas umat Islam,” tutur ulama yang populer disebut Golangsing.

Deden meminta, Aporen Siregar mundur dari jabatannya sebagai Kepala KPP Pratama Ciamis. Tindakan rasialnya terhadap bawahannya menunjukkan bahwa dia gagal memimpin. “Harapan kami Kepala KPP Pratama Ciamis harus diganti,” tutur dia.

Dia juga mengaku kecewa dengan ketidakhadiran Aporen Siregar pada audiensi. Namun, bila ketidakhadiran itu karena alasan menjalankan tugas lain itu tidak masalah.

Deden tidak akan membawa persoalan tersebut ke kasus hukum. “Secara tabayun kita sudah selesai. Semoga ini tidak terulang bagi yang lainnya dan meminta Kepala KPP Pratama Ciamis untuk diganti,” kata dia.

Loading...

Kepala Seksi Pemeriksaan KPP Pratama Ciamis, Slamet Sugiharto menerangkan, semua tuntutan yang disampaikan oleh FPIC akan disampaikan ke pimpinan tingkat wilayah maupun pusat atau Dirjen Keuangan. Berkaitan dengan pengisian jabatan kepala KPP itu, kewenangannya ada di Kementerian Keuangan. “Jadi prosesnya di sana dan akan menyampaikan ke atasan kami,” tuturnya.

Slamet juga menjelaskan bahwa ketidakhadiran Aporen Siregar itu lantaran menghadiri undangan acara dari kantor wilayah di Bandung, bukan menghindar dari aksi FIPC. Selain itu, menurut dia, Elyas dan atasannya juga sudah saling memaafkan. Persoalan ini karena faktor salah paham. “SOP-nya membersihkan (janggut) tidak sampai cukur habis,” ujar dia.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Ciamis Drs Rudi Darmawan mengatakan, sepengetahuannya, di setiap perusahaan tidak ada aturan yang melarang pegawainya berjanggut panjang atau harus berjanggut pendek. Namun, yang terpenting penampilan para pegawai itu harus terlihat rapi. “Kalau di aturan Undang-Undang Ketenagakerjaan tidak ada aturan seperti itu. Bisa dilihat di Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ujar dia.

Diwawancara terpisah, security Kantor KPP Pratama Ciamis Moh Elyas Ruhiat mengaku sudah islah dengan Aporen Siregar pada Senin (1/7) sekitar pukul 14.00. “Sudah saling meminta maaf,” tutur pria berusia 44 tahun itu.

Elyas menjelaskan, pada saat atasannya meminta di­ri­­nya membersihkan jang­gut—dengan ancaman ke­luar dari KPP bila tidak dicukur, dia memersepsikan bahwa dia harus mencukur habis jang­gutnya. Jelas saat itu dia me­nolak instruksi tersebut dan lebih baik keluar. Na­mun, ternyata maksud dari mem­bersihkan itu adalah mera­pikan. Tidak semua janggut dicukur habis. “Ya kalau cuma dirapikan saya siap,” ujar warga Dusun Bojong RT 01 RW 07 Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti itu. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.