Soal Kasus Pengadaan Finger Print, 80 Saksi Telah Diperiksa Kejari Ciamis

137
0
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Ciamis. Ahmad Tri Nugraha SH
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Ciamis. Ahmad Tri Nugraha SH

CIAMIS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis masih memiliki pekerjaan rumah di awal 2020. Mereka dituntut menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi yang mereka tangani pada 2019.

Kasus-kasus dugaan korupsi yang tengah Kejari Ciamis tangani yaitu kasus pengadaan sidik jari (finger print) dan retribusi Situ Lengkong Panjalu.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis Ahmad Tri Nugraha SH menjelaskan penanganan kasus pengadaan alat sidik jari di beberapa instansi dan sekolah di Ciamis akan pihaknya tuntaskan 2020. Sampai saat ini Kejari Ciamis telah memeriksa hampir 80 saksi.

“Untuk berkas bukti-bukti pendukung sudah ada tinggal menunggu keterangan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Red) nantinya,” kata Ahmad di Kejaksaan Negeri Ciamis, Selasa (31/12) siang.

Sedangkan untuk kasus retribusi Situ Lengkong, kata Ahmad, masih tahap klarifikasi dan pemanggilan para saksi. “Intinya kita secara bertahap akan diselesaikan pada tahun 2020,” tekadnya.

Wakil Sekretaris Umum PPD HMI Cabang Ciamis Dede Aos Firdaus mempertanyakan penanganan kasus finger print dan retribusi Situ Lengkong Panjalu.

Termasuk, kasus revitalisasi Alun-alun Ciamis dan kasus Balai Benih Ikan. Jika sampai awal tahun 2020 belum ada kejelasan terkait penanganan kasus-kasus tersebut, HMI tidak akan segan melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis beserta jajarannya ke Kejaksaan Tinggi Jabar, bahkan Kejaksaan Agung.

“Intinya HMI akan kawal terus kasus yang ditangani oleh Kejari Ciamis,” ujarnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.