Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Soal Kedisiplinan, DPRD Harus Introspeksi

17
0
KHIDMAT. Peserta Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan DPRD Kota Tasikmalaya tentang Tata Tertib menyanyikan lagu Indonesia Raya, Kamis (10/10). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan DPRD Kota Tasikmalaya tentang Tata Tertib (Tatib) diwarnai interupsi terkait kedisiplinan para wakil rakyat pada Kamis (10/10) siang. Hal tersebut dikemukakan ketika agenda rapat memasuki pembukaan paripurna.

Interupsi muncul dari Sekretaris Fraksi PAN Bagas Suryono ketika Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim membacakan pembuka rapat paripurna. Berkaitan dengan kehadiran, Bagas meminta pimpinan DPRD bersikap fair dalam mengkritik eksekutif. “Interupsi pimpinan, paripurna selalu kita itu mengkritisi kehadiran eksternal, sementara lembaga kita sendiri tidak pernah dikoreksi,” ucapnya saat menyela paparan.

Menurutnya, ada beberapa poin yang disampaikan dan harus menjadi perhatian bersama. Pertama soal kedisiplinan waktu rapat yang sudah dijadwalkan pukul 13.00 WIB, tetapi nyatanya baru dimulai setelah lebih dari setengah jam. “Maka seharusnya itu dilaksanakan tepat waktu saja, kita semua harus sudah di ruangan minimal 15 menit sebelum rapat dimulai,” tuturnya.

“Quorum tidaknya, yang pasti bisa tepat sesuai waktu yang ditentukan untuk mulai. Kemudian absensi kehadiran para dewan sendiri dari setiap fraksi, harus ada keterangan alasan tidak hadir dari pimpinan fraksi masing-masing,” katanya.

Dia menambahkan, para anggota DPRD pun diharapkan dapat menggunakan lencana DPRD. Meski bahan yang digunakan untuk membuat pin bukan terbuat dari logam mulia. “Harus digunakan, lencana DPRD ini walaupun bukan terbuat dari logam mulia tetapi harganya sangat mahal,” kata Bagas.

Interupsi lainnya dilayangkan Ketua Fraksi Golkar H Nurul Awalin. Ketika perwakilan tim penyusun rancangan Tatib, H Wahid rampung menyampaikan laporan terhadap para hadirin kaitan rancangan yang disusunnya. “Interupsi, berhubung diawali interupsi dari Pak Bagas, ini kan kita juga sedang membahas rancangan Tatib. Jadi kalau telat sekarang, bisa dimaafkan karena tatibnya belum disahkan,” seloroh politisi senior itu.

Dia menyarankan para anggota DPRD pun ketika menghadiri kegiatan formal diluar, perlu menyesuaikan dress code, sebagai bentuk menghargai kegiatan yang diselenggarakan terutama oleh pemkot atau masyarakat. “Sebab ada pengalaman, anggota baru itu didisposisi hadiri kegiatan di pemkot. Malah dicuekin karena tidak dikenal dan penampilannya juga tidak kelihatan seperti anggota DPRD mungkin,” ceritanya.

“Namun terlepas secara personal pantas tidaknya kita itu dihormati, lembaga kita mengikat para anggotanya untuk bertindak-tanduk sebagai wakil rakyat,” lanjut Nurul.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim menyambut positif interupsi itu. Dia mengecek kehadiran para anggotanya terhitung sebanyak 36 orang. “Gerindra 7, PPP 9, PDI Perjuangan 4, PAN 5, Golkar 5, PKS 3. Gabungan PKB Demokrat Bintang Restorasi ada semua. Yang hadir total 36 orang,” kata dia.

Pihaknya berkomitmen supaya ke depan usulan dari Bagas dan Nurul akan ditindaklanjuti bersama pimpinan fraksi masing-masing. Dengan demikian, pemkot dan DPRD dapat terus harmonis selaku penyelenggara pemerintahan. “Betul perlu sosialisasi juga dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis kaitan tatib di kita. Mumpung masih awal bisa menjadi pedoman kita dalam melaksanakan tugas di DPRD,” ujar politisi Gerindra itu. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.