Soal Kenaikan Tarif Parkir, Dishub Kota Tasik Akui Ada Kebocoran

87
0
Loading...

KOTA TASIK – Dikonfirmasi melalui ponselnya perihal potensi dari pajak dan bagaimana penerimaan pajak setiap bulan hingga pertahunnya, Kepala UPTD Parkir, Hamzah Diningrat mengaku sedang ke luar kota usai melakukan pertemuan dengan DPRD sejak Senin (6/1) siang.

“Kang maaf baru bales. Terkait potensi PAD per bulan dan berapa angkanya, belum bisa saya jawab karena staf sayanya sudah pada pulang dan saya sedang ke luar kota dulu kang,” singkatnya menjawab pesan singkat.

Baca Juga : Kenaikan Tarif Parkir di Kota Tasik akan Dikaji Ulang

“Kalau soal kebocoran penarikan PAD dari parkir saya pastikan tidak ada. Kecuali yang dimaksud kebocoran itu berada di potensi lokasi parkir. Itu diakibatkan dari proses atau sistem yang digunakan sekarang,” sambungnya.

Dia pun mencontohkan hal itu mengapa bisa terjadi. “Ya salah satunya dikarenakan para juru parkir saat ini tidak digaji oleh pemerintah. Jadi bisa dikatakan pemerintah mah dialas setorannya oleh juru parkir,” jelasnya.

Sekadar diketahui, tarif baru parkir ini diberlakukan awal Januari 2020. Yakni parkir sepeda motor naik dari Rp 1.000 jadi Rp 3.000, mobil dari Rp 2.000 jadi Rp 4.000 dan mobil besar antara Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kendaraan.

Kenaikan tarif ini dilandasi payung hukumnya Perwalkot nomor 51 tahun 2019.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.