Soal Kondisi Gedung Tulip RSUD Kota Tasik, Begini Kata Adang..

75
0
BERJAMUR. Salah satu jamur yang tumbuh di kamar inap pasien Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo akibat rembesan air di temboknya, Rabu (26/6). rezza rizaldi/radartasikmalaya.com

BALEKOTA – Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya, Adang Mulyana, angkat bicara soal dugaan banyaknya masalah pembangunan ruang Tulip yang merupakan gedung baru di RSUD dr Soekardjo.

Terlebih, bangunan yang dipersiapkan pemerintah untuk pasien rawat inap ini masa pemeliharaannya akan segera habis.

Ditemui radarTasikmalaya.com sebelum menghadiri pelantikan pengurus Persikotas di Balekota, Kamis (27/6), Adang mengatakan, masa pemeliharaan gedung itu adalah selama 6 bulan.

“Sudah dicek oleh pihak RSUD dan dari kita (PUPR, red) mana yang masih kurang serta perlu sentuhan perbaikan,” ungkapnya.

Secara teknis berbagai kekurangan yang diduga menjadi masalah di gedung baru itu, terang dia, akan terus intensif diperiksa, untuk kemudian segera diperbaiki.

“Pada intinya terima kasih adanya berbagai temuan itu dan akan kita terus periksa, agar segera dilengkapi kekurangannya,” terangnya.

Disinggung apakah bangunan baru itu ada dugaan kesalahan desainnya, dia ogah berkomentar lebih panjang. “Kalau soal itu (kesalahan desain, Red) saya tak bisa komentar. Yang saya tahu soal kebocoran pipa saja. Dan kita hanya tim teknis,” katanya.

“Tapi memang dalam hal ini yang masih kurang itu adalah kewajiban pengusaha atau pengembangnya untuk segera memperbaikinnya. Lalu yang soal itu (kesalahan desain) ada di manajemen konstruksi. Dan kita telah sesuai tufoksi. Intinya dalam hak ini untuk melakukan perbaikan berbagai kekurangan,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, munculnya genangan air di Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo, pekan lalu. Dan ternyata bukan merupakan kali pertama terjadi.

Kini telah diketahui hal itu akibat adanya tata letak atau desain yang tak tepat dalam penempatan torn di bagian atap gedung.

Hal tersebut diungkapkan kuasa Hukum RSUD, Taufik Rachman setelah pihaknya melakukan penelusuran dan upaya klarifikasi terhadap sejumlah petugas di rumah sakit.

Menurutnya dari keterangan petugas cleaning service, kepala lantai 2 dan 3 gedung, kebocoran air bukan pertama kali terjadi.

“Ternyata, Mei lalu juga sudah ada laporan dari pihak gedung terhadap rumah sakit, supaya diperbaiki. Ada rembesan air pada dinding gedung, area lift dan genangan di toilet ruang rawat inap,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (26/6).

Keterangan lainnya, terang dia, ada beberapa rembesan di bagian dinding gedung lantai 2. Termasuk ada beberapa instalasi kelengkapan gedung yang belum selesai.

“Seperti perangkat bel pasien untuk memanggil suster jaga. Itu lantai 2 kemarin belum diperbaiki. Padahal gedung beroperasi sudah sekitar 2 bulan. Kemudian pada lantai 3 juga belum beroperasi bel itu,” terangnya.

Tidak hanya itu, petugas instalasi teknis rumah sakit turut dipanggil untuk dimintai keterangan. Diketahui tangki penampungan air kerap luber, ketika air terisi penuh. Sebab, torn air tidak berfungsi secara otomatis melainkan dihidup-matikan secara manual melalui stop kontak.

“Kondisi dinding penampungan tangki air juga sudah pada retak. Padahal dibalik dinding itu ada panel listrik dan tentu bisa fatal apabila bocor atau ambruk,” bebernya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.