Soal Parkir di Kota Tasikmalaya Harus Jadi Prioritas

89
0
Harusnya bahas secara intens sampai ada keputusan yang pro rakyat.”Imam Farid Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya

CIHIDEUNG – DPRD Kota Tasikmalaya diminta serius dalam menyikapi persoalan parkir. Jangan sampai masalah ini terus berlarut tanpa ada kepastian yang positif untuk masyarakat.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya Imam Farid mengatakan DPRD jangan sampai main mata dengan pemerintah kota. Karena rakyat sudah menitipkan suaranya kepada mereka, yang saat ini duduk di kursi legislatif.

Baca juga : Tarif Parkir Sudah Saklek, Pemkot Tak Berniat Sembunyi-sembunyi

“Jangan sampai dewan masuk angin juga,” ungkapnya kepada Radar, Senin (27/1).

Saat ini dia melihat DPRD sudah tidak lagi fokus pada persoalan parkir. Faktanya belum ada hasil apa pun jika memang Komisi II serius dalam menjalankan tugas, pokok dan fungsinya dalam menyikapi masalah Perwalkot yang diterbitkan secara diam-diam. “Harusnya bahas secara intens sampai ada keputusan yang pro rakyat,” terangnya.

Sementara itu kemarin Komisi II tidak ada di kantor karena sedang melakukan kunjungan kerja ke Semarang. Hal ini pun disesalkan oleh PMII karena seolah-olah DPRD masih mementingkan kepentingan perjalanan dinas dibandingkan membahas urusan parkir. “Harusnya fokus dulu persoalan parkir, karena lebih penting dari pada kunjungan kerja,” terangnya.

Padahal, selama ini hasil dari kunjungan kerja yang dilakukan DPRD tidak menghasilkan hal yang menonjol. Sedangkan anggaran yang dikeluarkan dalam pelaksanaannya bukan angka yang sedikit. “Selama ini pun tidak ada hasil apa-apa, makanya lebih baik bereskan dulu urusan parkir,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun Radar, Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya pada Minggu malam. Hal itu dilakukan cukup mendadak.

Baca juga : Asal Dapur Tetap Ngebul, Pendapatan Per Hari Juru Parkir di Kota Tasik Beragam

Namun demikian, Ketua Komisi II Andi Warsandi mengatakan pertemuan tersebut belum menghasilkan apa-apa. Pasalnya yang hadir hanya dari Dinas Perhubungan saja. “Dari bagian hukumnya tidak hadir, jadi kita juga belum lihat Perwalkotnya seperti apa,” kata dia.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, sebelumnya, sudah menetapkan tarif parkir baru melalui Perwalkot Nomor 1 tahun 2020. Peraturan yang ditetapkan secara senyap itu tidak akan diubah lagi dalam waktu dekat.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengatakan pihaknya tidak bermaksud menerbitkan Perwalkot itu diam-diam. Karena hal itu sebagai jawaban dari penolakan masyarakat serta hasil diskusi dengan DPRD dan pihak lainnya. “Kita tidak bermaksud diam-diam,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (23/1).

Untuk itu, kata H Ivan, tarif yang ditetapkan pun sudah sesuai dengan kemampuan masyarakat. Seperti halnya parkir motor yang sebelumnya Rp 3.000 menjadi Rp 2.000 (di lokasi jalan umum tertentu, Red). “Yang penting kan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.

Disinggung kemungkinan perubahan lagi, dia menegaskan sementara ini Perwalkot tersebut sudah dipatenkan. Dengan tarif yang sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan masyarakat, menurutnya tidak akan berat. “Ya tidak perlu diubah lagi,” katanya.

Menanggapi rencana gugatan dari Egaliter yang menduga Perwalkot tersebut disinyalir bermasalah, Ivan mengatakan hal itu tidak perlu. Pasalnya, bisa didiskusikan secara baik-baik. “Tinggal diskusi saja dengan Pemkot atau dengan Dishub,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.