Penurunan APK Diwarnai Keributan

Soal Pemukulan, Kedua Pihak Islah

520
0
ISLAH. Ketua Tim Pemenangan HY Mamat Rahmat (dua kiri) dan Ketua Panwascam Kecamatan Rajadesa Lukman menunjukkan surat kesepakatan damai yang telah ditandatangani kedua belah pihak di Kantor Panwascam Kecamatan Rajadesa Sabtu malam (26/5).
Loading...

CIAMIS – Penurunan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan nomor urut satu di Kecamatan Rajadesa diwarnai keributan. Bahkan, penertiban itu berujung pemukulan terhadap Ketua Panwascam Rajadesa Lukman. Peristiwa yang terjadi Sabtu (26/5), sekitar pukul 17.30 itu kemudian menjadi viral di Facebook.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto menjelaskan dari penuturan Lukman, penertiban dilakukan terhadap APK kedua pasangan calon bupati Ciamis.

Antara lain di Desa Tanjung Jaya, Desa Sirnabaya dan Desa Rajadesa. Hal itu dalam rangka menjalankan Peraturan KPU tentang Alat Peraga Kampanye.

Namun, saat melakukan penertiban di Tanjung Jaya, tim gabungan dari Panwascam, PPK dan PPS Rajadesa dihadang tiga pria. Antara lain HDE, An dan Ct. Mereka tidak terima APK pasangan calon yang didukungnya diturunkan

“Jadi kita ketahui, bahwa massa menghadang karena merasa tidak diinformasikan kepada mereka bahwa ada APK yang tidak sesuai aturan,” jelas Hendra saat dihubungi Radar, Minggu siang (27/5).

Loading...

Saat itu, lanjutnya, sempat terjadi cekcok antara Panwascam dengan ketiga pria tersebut. Salah seorang pria sempat melayangkan pukulan kepada Lukman dan mengenai rahang kanannya.

Lukman tidak terima diperlakukan seperti itu. Dia mengajak ketiga pria itu bermusyawarah di Kantor PPK Rajadesa untuk menyelesaikan persoalan. Namun, tidak ditemukan kesepakatan.

Akhirnya, Panwaslu Kabupaten Ciamis turun tangan. Panwas meminta timses pendukung paslon nomor urut satu datang ke kantor Panwascam untuk meluruskan permasalahan.

Pertemuan itu dihadiri Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Santoso SH SIK MH, Ketua Panwaslu Kabupaten Ciamis Uce Kurniawan dan Ketua Tim Pemenangan Herdiat-Yana (HY) Kabupaten Ciamis Mamat Rahmat.

Sekitar pukul 22.30, akhirnya muncul kesepakatan. Kedua belah pihak islah. Panwascam Rajadesa sepakat untuk tidak membawa persoalan itu ke jalur hukum.

“Kita ketahui kedua belah pihak telah sepakat damai dan tidak dilanjutkan ke proses hukum, dengan (dilakukannya) penandatanganan kesepakatan damai,” jelasnya.

Ketua Panawaslu Kabupaten Ciamis Uce Kurniawan mengakui penertiban APK pasangan calon nomor urut satu sempat diwarnai keributan.

Menurutnya, hal itu disebabkan adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Meski begitu, dia menilai Panwascam Rajadesa telah menjalankan tugasnya sesuai prosedur.

Guna menyelesaikan persoalan, dia mengaku telah menggelar pertemuan, dengan mengajak serta perwakilan TNI-Polri dan kedua belah pihak yang berselisih di Kantor Panwascam Rajadesa Sabtu malam. Selanjutnya, dilakukan mediasi agar pesoalan itu segera tuntas.

Mereka akhirnya sepakat berdamai dan tidak akan memperpanjang persoalan. Hal itu ditegaskan dengan ditandatanganinya surat kesepakatan oleh kedua belah pihak.

“Semoga kejadian ini tidak terulang. Begitu juga di kecamatan lainnya, agar saling menjaga kondusivitas. Antara panwascam dan kedua tim paslon. Baik nomor satu atau dua,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan HY Mamat Rahmat mengakui ada kesalahpahaman soal penertiban APK. Dia menjelaskan pada Rabu (23/5), pihaknya telah mengikuti rapat di KPU tentang rencana penertiban APK di tempat-tempat yang tidak disepakati.

Nah, saat kejadian, Panwascam Rajadesa bersama PPK dan PPS menemukan gambar HY di pinggir jalan. Gambar itu kemudian diturunkan oleh Panwascam.

Massa pendukung tidak terima lantaran di sekitar wilayah itu juga ada gambar pasangan calon lain, yang menurut mereka tidak diambil.

“Tapi, memang sangat menyayangkan hal ini terjadi. Terlebih semuanya murni kekhilafan. Tapi, tidak mungkin istilahnya gak murni pengendaliannya. Sehingga terbawa emosi. Untuk itu kami juga mohon maaf atas kejadian itu,” ungkapnya.

Mamat menegaskan kejadian itu telah diselesaikan dengan cara musyawarah. Kedua belah pihak menyatakan islah. Panwascam Rajadesa menyatakan tidak akan membawa perkara tersebut ke jalur hukum.

Pernyataan itu dituangkan dalam surat kesepakatan damai yang ditandatangani kedua belah pihak, dengan disaksikan Ketua Panwas Kabupaten Ciamis Uce Kurniawan, perwakilan kepolisian, TNI dan Mamat dari timses HY.

“Tentunya, semua kita sepakat dan islah,” tegasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.