Soal Penggeledahan KPK di Kota Banjar, Ini Kata Sudrajat Argadireja..

2739
0

BANJAR – Proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar tahun 2012-2017 terus berjalan.

Tim Penyidik KPK, sejak hari Kamis (09/07) hingga hari ini, Minggu (12/7) masih melaksanakan penggeledahan Di beberapa lokasi.

“Kami masih mengumpulkan alat bukti dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut,” ungkap Juru Bicara KPK bagian penindakan, Ali Fikri kepada radartasikmalaya.com, melalu pesan WA.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Kota Banjar, Sudrajat Argadireja, turut mengurai kasus yang tengah ditangani oleh lembaga anti korupsi itu.

Pria yang akrab dipanggil Ajat ini mengungkapkan, ada dua mega proyek pada tahun 2012 sampai 2017.


Yakni pembangunan Pasar Banjar sebesar Rp25 miliar tahun 2012 dan pembangunan Jembatan Citanduy III yang menelan anggaran Rp17,5 miliar tahun 2017 dan selesai 2019.

“Penggeledahan ini pasti berkaitan dengan pengumpulan administrasi pekerjaan infrastruktur di Dinas PUPR tahun 2012-2017. Yakni proyek pembangunan Jembatan Citanduy III dan Pasar Banjar,” ujarnya.

“Sebab Citanduy III bermasalah dari sisi perencanaan dan keterlambatan pekerjaan. Kemudian Pasar Banjar indikasinya mark-up anggaran pada proyek yang nilai pengerjaannya Rp25 miliar,” sambungnya.

Ajat yang mengaku bagian dari Forum Reformasi Dinasti Banjar (FRDB), banyak memberikan keterangan serta tambahan data kepada KPK, baik secara formil (Undangan KPK) maupun non formil (Surat/ komunikasi langsung).

Sedangkan, terkait penggeledahan ke rumah pemborong Er, dia mensinyalir berkaitan dengan proyek pembangunan Jembatan Citanduy lll.

Sebab kata dia, Er merupakan kontraktor atau pemborong yang berhasil memenangkan tender pekerjaan senilai Rp17,5 miliar pada tahun 2017 tersebut.

“Kalau penggeledahannya ke rumah Er kemungkinan kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jembatan,” terangnya.

“Proyek tersebut juga sempat kami laporkan ke KPK. Karena diduga ada kerugian negara didalamnya,” ungkap Ajat.

(Cecep Herdi)

Berita terkait : VIDEO Penggeledahan Kantor Dinas PUPR Kota Banjar, Tersangkanya? Ini Kata KPK..
Berit terkait : Penggeledahan di Kota Banjar Berakhir, KPK Bawa 8 Koper dan 2 Dus Besar
Berita terkait : Dimyati: Penggeledahan KPK di Kota Banjar, Fee Proyek untuk Biaya Politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.