Soal Rencana KBM Tatap Muka di Ciamis, Ini Kata Para Guru & Bupati

1532
0
BELAJAR DARING. Murid-murid SDN 2 Maleber Kabupaten Ciamis saat melaksanakan belajar daring olahraga dan calistung di rumahnya. ISTIMEWA

CIAMIS – Guru SDN 2 Maleber, Ciamis Nunung Suryati berharap kegiatan belajar mengajar (KBM) segara dibuka. Karena dia kasihan kepada anak didiknya sudah lama tidak sekolah secara tatap muka. Khususnya siswa kelas 1, 2 dan 3, karena perlu bimbingan membaca, menulis dan menghitung.

Menurutnya, pembelajaran daring kurang efektif. Terutama dalam penilaian karakter anak bagi siswa kelas 1.

“Saya harap bisa dibuka, namun dengan penerapan protokol kesehatan dengan ketat. Kami kira bisa dilakukan,” ujar Nunung kepada Radar, Selasa pagi (24/11).

Di masa pandemi ini, kata Nunung, pelajaran calistung sampai olah raga dilakukan daring. Baik melalui video hingga orang tua memfoto anak-anaknya sedang berolah raga dan mengirimkannya kepada gurunya.

“Dengan kondisi saat ini memang anak-anak sudah ada titik kejenuhan,” ujarnya. “Harapannya, Covid-19 di Ciamis bisa berakhir dan anak-anak bisa sekolah seperti biasa,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Binapandu Mandiri yang membawahi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Binapandu Mandiri Kabupaten Ciamis Didi Ruswendi menilai rencana pembukaan kembali pembelajaran tatap muka tidak harus terburu buru dilaksanakan.

Karena mengatur kerumunan anak-anak lebih sulit, kecuali pemerintah sudah melakukan vaksinasi massal.

“Saya yakin adaptasi kebiasaan baru bukan keniscayaan termasuk dalam dunia pendidikan dan saya yang tidak khawatir anak tidak pintar kalau sekolah membuat program pembelajaran di masa pandemi dengan baik,” kata dia.

Program pembelajaran jarak jauh yang terencana dan terprogram secara baik, dengan memperhatikan budaya dan lingkungan sekolah masing-masing dan keterlibatan orang tua diperlukan, karena, hakikatnya orang tua dan guru sangat paham karakter anak atau siswanya.

Terpenting, kata dia, jangan ada lagi kriminalisasi guru oleh orang tua atau masyarakat gara-gara mendisiplinkan anak, karena sekarang orang tua merasakan betapa sulitnya mendidik anak itu.

“Tidak terlalu terburu-buru mengingat persoalan mengatur anak berkerumun akan sulit,” ujarnya.

Baca juga : Pemkab Ciamis Tak Akan Gegabah Berlakukan KBM Tatap Muka

Menindaklanjuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), yang mengizinkan sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada awal 2021, akan disikapi serius Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya.

“Kalau untuk Kabupaten Ciamis untuk sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka akan melihat perkembangan pandemi ini, bila kasus sudah landai di awal tahun kenapa tidak sekolah dibuka lagi. Sebeliknya kalau tracking-nya naik, banyak zona oranye apalagi merah akan dipertimbangkan dulu,” ujarnya kepada Radar, Senin (23/11/2020).

Kemudian, kata dia, jika kondisi perkembangan kasus sudah landai pun tetap akan melakukan pertimbangan yang matang.

“Meskipun sudah landai, tapi akan melihat kasus per zona di setiap kecamatan,” jelas Herdiat kepada wartawan usai acara penyerahan hadiah bagi Pelanggan PDAM Tirta Galuh, Jalan Iwa Kusuma Somantri Kabupaten Ciamis.

Herdiat menyampaikan, bahwa dari 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis tidak semua sekolah akan buka, tapi akan menentukan titik yang paling aman dari penyebaran Covid-19.

“Misalnya dari seluruh kecamatan di Ciamis ada 20 kecamatan yang masuk zona oranye atau kasus positifnya cukup banyak jelas tidak dilaksanakan kegiatan belajar mengajar,” katanya, menjelaskan.

“Saya kira paling yang 10 kecamatan bisa sekolah tatap muka dilaksanakan, karena daerah-daerah tersebut terbilang aman dari penularan virus corona,” ujarnya, menambahkan.

Herdiat menyampaikan, untuk teknis pelaksanaannya pun bertahap, sekolah SD yang didahulukan adalah kelas atas yakni 4, 5 dan 6. Ketika kondisi berlangsung aman, baru ke kelas bawah yakni 1, 2 dan 3, begitu pula untuk SMP untuk jam belajarnya juga dilakukan pengaturan setiap harinya.

“Saya betul-betul mempertimbangkannya, karena ini menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak. Jadi itu yang kami pertimbangkan, kesehatan dan keselamatan anak,” ucapnya.

Lanjut dia, pihaknya memantau setiap sekolah yang bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat ketika KBM kembali dilaksanakan. Namun, bagi yang tidak mampu melaksanakan protokol kesehatan, maka sekolah tersebut tidak bisa melaksanakan KBM tatap muka.

“Bila nantinya KBM tatap muka dibuka, harus betul-betul mempedomani protokol kesehatan, baik mencuci tangan, jaga jarak serta memakai masker,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.