Soal Tarif Sewa Gedung Banjar Convention Hall

615
0
gunting pita. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih didampingi Kepala Dinas PUPR Edi Djatmiko melaksanakan prosesi gunting pita tanda diresmikannya gedung Banjar Convention Hall di Jalan Gerilya, Komplek Perkantoran, Pamongkoran Rabu (21/11).

BANJAR – Gedung Banjar Convention Hall (BCH) sejak rampung dibangun tahun lalu belum menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sebabnya, rancangan peraturan (raperda) yang menjadi dasar hukum bisa sewa gedung masih tertahan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Raperdanya belum selesai di Depdagri (Kemendagri). Kalau dari pemkot dan dewan sudah diajukan sejak lama. Kami tidak bisa mematok biaya sewa atau menyewakan lah karena aturannya belum jadi,” kata Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar Heri Sapari belum lama ini.

Ia mengatakan raperda yang sudah diusulkan tidak bisa diprediksi selesainya kapan atau tidak bisa ditarget. Sebab, usulan dari seluruh Indonesia, tidak hanya dari Kota Banjar. “Yang jemput bolanya bagian hukum Setda Kota Banjar,” katanya.

Persoalan BCH yang tak kunjung menghasilkan PAD, kendalanya bukan ada di Pemerintah Kota Banjar. Sejauh ini, Pemkot sudah melalui prosedur dan alur yang benar.

“Kami tidak ingin juga menentukan biaya sewa atau menyewakan kepada masyarakat atau perusahaan tanpa ada dasar hukum yang jelas,” kata dia.

Soal biaya sewa, Heri menjelaskan dalam raperda itu untuk sewa kegiatan keagamaan pertemuan atau rapat sejenisnya dipatok dengan harga Rp 3,5 juta per hari. Kemudian untuk resepsi pernikahan disewakan biaya Rp 4 juta per hari. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.