Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Solskjaer Terpojok, Newcastle 1 vs 0 Man United

13
0
Ole Gunnar Solskjaer

NEWCASTLE – Manchester United lagi-lagi takluk di markas Newcastle United pada pekan kedelapan Premier League. Tagar #OleOut seketika kembali menjadi trending topik dan Ole Gunnar Solskjaer semakin terpojok.

Adalah gelandang remaja The Magpies, Matty Longstaff yang menjadi mimpi buruk Solskjaer dan anak asuhnya di St James Park, dini hari kemarin. Pemain berusia 19 tahun tersebut menaklukkan David de Gea di menit ke-72 untuk memastikan tuan rumah menang 1-0.

Ini adalah kekalahan ketiga United di Premier League musim ini yang membuat mereka turun ke posisi ke-12 klasemen sementara. Dengan poin sembilan, Setan Merah hanya terpaut dua angka dari Everton yang ada di peringkat 18 atau batas akhir zona degradasi.

Rentetan hasil buruk dan posisi mereka yang rawan terjerembab ke zona degradasi membuat masa depan Solskjaer terancam. Ia diprediksi sebagai salah satu dari tiga manajer yang kemungkinan menjadi pelatih Premier League kedua yang dipecat setelah Javi Garcia yang disingkirkan Watford September lalu.

Prediksi itu sejalan dengan reaksi pendukung United yang menyerukan pemecatan Solskjaer lewat tagar #OleOut setelah kekalahan dari Newcastle. Fan menganggap 17 poin yang didapatkan MU dalam 16 laga Premier League sejak Solskjaer mendapat kontrak permanen sama sekali tidak masuk akal.

Dua kemenangan dalam 13 pertandingan Premier League. Tidak memenangkan pertandingan tandang sejak menang di Paris. Belum mencetak lebih dari dua gol di liga sejak awal musim. Tidak ada gaya bermain yang jelas. Singkirkan dia #OleOut, tulis penggemar bernama Taz di Twitter.

Reaksi marah fan Setan Merah bukan kali ini saja. Ketika imbang 0-0 dengan AZ Alkmaar pada Liga Eropa, tagar #OleOut juga sempat menjadi trending topik. Jelas itu sudah cukup menjadi alasan bagi Solskjaer untuk cemas akan masa depannya.

Solskjaer mengakui bertanggung jawab atas penampilan buruk United. “Kami kecewa. Saya harus minta maaf kepada para penggemar bahwa kami tidak memenangkan pertandingan,” katanya kepada Sky Sports.

Pada pertandingan ini MU kehilangan enam pilar. Termasuk Paul Pogba dan Anthony Martial. Namun, mengingat kualitas lawan mereka, itu jelas bukan pembenaran atas hasil minor ini.

Setelah jeda internasional, MU akan menjamu pemimpin liga, Liverpool yang menyapu bersih delapan pertandingan mereka musim ini. Kalau kalah lagi, bukan tidak mungkin itu menjadi pertandingan terakhir Solskjaer. Apalagi, beberapa nama sudah muncul sebagai calon penggantinya. Termasuk Massimiliano Allegri dan Laurent Blanc.

Axel Tuanzebe juga berharap laga kontra Liverpool menjadi momentum bangkit MU. “Sekarang ini adalah fase sulit, tetapi kami percaya pada apa yang kami lakukan,” ujar sang bek di MUTV.

Bertolak belakang dengan MU, kubu Newcastle meninggalkan stadion dengan perasaan nyaman. Manajer Newcastle, Steve Bruce mengatakan bahwa momen seperti ini sudah ia tunggu selama 20 tahun. “Mengalahkan Manchester United merupakan hal yang istimewa,” tegas Steve Bruce ke MOTD dikutip dari BBC.

Setelah kalah telak di markas Leicester, Bruce menyebut ini bentuk reaksi positif anak asuhnya meski mereka masih di posisi ke-16. “Saya senang untuk semua orang. Apa yang kami butuhkan adalah tanggapan setelah pekan lalu dan itu ada di sana untuk dilihat semua orang. Saya harap ini adalah titik baliknya,” kata Bruce. (amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.