Solusi Terminal Bayangan yaitu Perbaikan Terminal Ciamis

87
0
PENERTIBAN. Tim gabungan saat menertibkan angkutan umum Rabu (25/12). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Polres , Satpol PP Ciamis dan TNI melakukan penertiban di lokasi angkutan ngetem di luar terminal atau disebut terminal bayangan.

Sejak Senin (23/12) sampai Rabu (25/12) tim gabungan melakukan penertiban angkutan umum di Jalan Rumah Sakit dan Jalan Letnan Samuji itu. Penertiban tersebut agar kendaraan umum tidak mengganggu pengguna jalan lainnya dan mengantisipasi kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabu­paten Ciamis Drs H Endang Sutrisna MSi menjelaskan razia di terminal bayangan tersebut akan dilaksanakan secara kontinyu ke depan.

“Kalau istilahnya oleh teman-teman itu adalah terminal bayangan. Itu bu­kan terminal tapi hanya sesaat tapi ujungnya seperti terminal. Makanya tertibkan dari mulai sekarang sampai ke depannya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Drs H Endang Sutrisna MSi Rabu (25/12).

Menurut Kadishub, sebelumnya angkutan bisa menunggu penumpang di Jalan Rumah Sakit dan Jalan Letnan Samuji lima menit, namun ternyata lain justru berhenti dan memanjang di pinggir jalan. “Padahal di sana juga sudah dipasang rambu-rambu tidak boleh parkir, ternyata dia lawan juga,” terangnya.

Menurut Endang, pihaknya bersama kepolisian, melakukan sosialisasi soal larangan ngetem di terminal bayangan itu sejak empat bulan lalu. Saat ini, pihaknya mengajak Satpol PP untuk menertibkan PKL. “Sebab PKL dan angkutan umum parkir, itu satu kesatuan. Kalau aman PKL, aman juga parkir serta lalu lintas juga,” ujarnya.

Kadishub juga mengatakan saat masuk ke terminal, sudah ada PKL yang menghalangi, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP, Disperindag dan berbagai elemen untuk menertibkan hal itu. Rencananya penertiban dilaksanakan di Januari 2020. Dinas Perhubungan juga, kata Kadishub, mengingatkan kepada para tukang parkir agar melakukan penertiban parkir di jalan.

“Kalau tidak mau, saya pecat tukang parkirnya,” ujarnya.

Kadishub menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan uji ramcek bus. Hasilnya, 15 bus ditilang, karena trayeknya habis.

“Kalau masih sifatnya pelanggaran administratif saja, kalau kendaraan laik pakai silahkan bisa jalan. Kalau kendaraannya meski tertib administrasi kalau kendaraan tidak laik jalan kita akan tahan,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Ciamis Ekky Brata Kusuma menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu pernah rapat koordinasi kaitan dengan terminal bayangan. Menurutnya, terminal bayangan bukan hal yang baru, namun sudah lama ada di dekat stopan di Jalan Letnan Samuji.

“Setelah dipelajari (munculnya, terminal bayangan, Red), karena terminal kita kurang nyaman bagi penumpang, sehingga penumpang menumpuk ada di perempatan Jalan Letnan Samuji,” ujarnya.

“Coba seandainya terminal nyaman bagi penumpang nunggu, otomatis penumpang akan menunggu di terminal. Artinya terminal kurang nyaman,” kritiknya.

Menurut Ekky, armada sudah sampai ke terminal, namun saat sudah sampai terminal tidak ada yang menampung. Untuk itu dia berharap ada perbaikan di terminal.

“Saya sendiri nongkrong di terminal juga tidak nyaman. Tolong benahi secara menyeluruh agar terminal itu nyaman,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.