Sopir Angkutan Daring Diserang Penumpang

175
0
EKSPOSE. Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf memperlihatkan golok yang dipakai pelaku menyabet leher sopir angkutan daring, Rabu (24/7). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya
Loading...

BUNGURSARI – Salah seorang sopir angkutan daring, Cecep Firdiansyah (32) diserang oleh penumpangnya sendiri. Dia mengalami luka robek di beberapa bagian tubuhnya karena pelaku membawa golok.

Hal itu terjadi pada 25 Juni lalu di mana Cecep, warga Sukahening mendapat orderan offline dari IG (25) alias Pohang. Dia sudah kenal cukup dekat dengan penumpangnya itu. “Karena dia masih teman kerja saya dulu,” kata dia, Rabu (24/7).

Cecep sempat mengantar Pohang ke wilayah Salopa dan Puspahiang. Rabu (26/7) dini hari, Cecep diajak untuk menjemput pamannya di terminal Indihiang. Belum sampai di terminal, IG mengaku dihubungi bahwa pamannya itu tidak jadi ke Tasikmalaya. “Langsung putar arah lagi,” tuturnya.

Sekitar pukul 02.00 masih di Jalan Mangin, Pohang meminta Cecep untuk mengecek knalpotnya karena menurutnya ada masalah. Saat dia mengecek knalpot dalam posisi jongkok, tiba-tiba sudah ada golok di leher belakangnya. “Pundak saya sudah robek, saya langsung pegang sama tangan dan melawan,” ujarnya.

Cecep dan Pohang langsung berkelahi, tidak ada yang melerai mengingat lokasi sangat sepi. Saat ada kesempatan, Cecep langsung masuk ke mobil dan meninggalkan pelaku di lokasi.

“Telapak tangan saya sudah luka sobek, terpaksa nyetir pun pakai siku,” tutur dia.

Warga Sukahening Kecamatan Kawalu itu tidak menyangka orang yang dia kenal bisa nekat melakukan hal tersebut kepadanya. Dari kejadian tersebut, pelaku berhasil mengambil smartphone milik Cecep. “Tahu sih lagi perlu uang, tapi enggak nyangka bisa sampai begitu,” katanya.

Loading...

Kasus tersebut dilaporkan ke aparat kepolisian dan Tim Khusus Polres Tasikmalaya Kota pun langsung mencari Pohang. Beberapa waktu lalu kepolisian mengamankan Pohang di rumahnya di wilayah Mangkubumi.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf mengatakan, timsus juga mengamankan sebilah golok dari pelaku. Senjata tajam tersebut diduga yang digunakan Pohang untuk melukai Cecep. “Pelaku pakai senjata tajam,” ujarnya dalam ekspos di Mapolresta, Rabu (24/7).

Disinggung adakah soal motif dendam dari Pohang kepada Cecep, Febry menyebutkan hal itu dilatarbelakangi masalah ekonomi. Pelaku sempat meminjam uang namun hasil pinjamannya tidak sesuai yang diharapkan. “Karena ingin meminjam uang,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.