Sopir Bus Pariwisata Diduga Telah Lalai

56

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PANGANDARAN – Sopir bus pariwisata DMH Trans bernopol D7540 VC berinisial DH (35) ditetapkan menjadi tersangka, setelah bus yang dikemudikan mengalami kecelekaan tunggal di Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran Sabtu (27/10).

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso melalui Kasatlantas Polres Ciamis AKP Aghoeng Ramadhani mengatakan sopir bus mengarah kepada penetapan tersangka karena melakukan kelalaian, sehingga mengakibatkan kecelakaan yang menyebabkan puluhan penumpang luka-luka. ”Ia sopirnya sekarang ada di polres, setelah diperiksa dan meminta keterangan dari saksi-saksi mengarah ke situ (penetapan tersangka,Red),” terangnya kepada Radar, Minggu (28/10).

Menurut Aghoeng, bus yang membawa 51 orang dari Yayasan Al Masoem Bandung tersebut melaju dari arah utara menuju selatan Pangandaran. Tepat di Jalan Lembah Putri Desa Putrapinggan bus mencoba menyalip sepeda motor di depannya. ”Tiba-tiba dari arah berlawanan (lajur kanan,Red) datang kendaraan lain, lalu bus tersebut kembali ke jalur kiri,” terangnya.

Kemudian bus, turun ke bahu jalan dan langsung menabrak krimir tebing sebelah kiri jalan. ”Akibat hantaman itu, mobil langsung oleng dan terguling seketika, hingga melintangi di jalan,” tuturnya.

Bus tersebut, kata dia, mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama di bagian depan dan pinggir bus. “Namun sejauh ini, kita belum sempat memeriksa apakah ada kerusakan pada komponen mobil yang menyebabkan kecelakaan,” tambah dia.

Lanjut Aghoeng, jumlah penumpang yang mengalami luka parah sebanyak 28 orang, mereka sempat dibawa ke Puskesmas Pangandaran dan Kalipucang. Hingga akhirnya mereka dirujuk ke RSUD Kota Banjar karena luka yang serius. ”Tidak ada yang meninggal dunia dalam kejadian itu, hanya luka-luka seperti patah tulang dan luka dikepala” terangnya.

Menurutnya, bus naas tersebut merupakan bagian dari 14 rombongan bus yang dicarter Al Masoem, mereka bermaksud untuk berlibur ke Pantai Pangandaran. “PT Jasa Raharja juga sudah menjenguk yang mengalami luka parah, dan mereka akan menjamin pengobatannya,” ungkap Aghoeng.

Untuk sementara, lanjut dia, sopir bus terancam dikenai pasal 310 ayat 2 dan 3 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman satu sampai lima tahun kurungan.

Kepala Puskesmas Pangandaran dr Aris Rismawan mengungkapkan para korban kecelakaan bus sudah dirujuk ke RSUD Kota Banjar sejak hari Sabtu sore. “Di puskesmas hanya observasi saja setelah itu semuanya di rujuk,” ujarnya.

Menurutnya, para korban memgalami luka cukup serius sehingga harus di tangani di RSUD. “Jadi tidak ada yang dirawat disini,” tegasnya.

Tinggal Satu Orang

Pasien penumpang bus pariwisata DMH Trans sebanyak 36 orang yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar tinggal tersisa satu orang pasien lagi. Mustajab (50 tahun) pasein patah tulang asal Bandung itu masih bertahan di ruang Raflesia. Kaki kirinya patah dan membutuhkan perawatan medis.

“Laporan dari dokter jaga tadi pagi (kemarin,Red) sebanyak 36 pasien luka yang dirawat di RSUD Kota Banjar tinggal tersisa satu pasien lagi. Sisanya dialih rawat ke rumah sakit lain dan dipulangkan,” kata Direktur RSUD Kota Banjar H Herman Umar Minggu (28/10).

Menurutnya, tidak ada pasien yang meninggal dunia di RSUD Kota Banjar. Dari 36 pasien yang dilarikan ke rumah sakit plat merah ini, sembilan di antaranya harus mendapat penanganan medis karena mengalami luka serius. Sementara 27 pasein yang mengalami luka ringan secara berangsur sudah diperbolehkan pulang.

“Total pasein ada 36 orang, enam di antaranya anak-anak, dan dewasa 30 orang. Hingga siang hari kemarin tinggal satu pasien yang masih dirawat di ruang Raflesia,” ujar Herman.

Sebelumnya, Bus Pariwisata DMH Trans nopol D 7540 VC yang dikemudikan DH terguling di jalan menuju Pangandaran tepatnya di Lembah Putri Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran Sabtu (27/10) pagi. Penumpang terdiri dari pelajar dan guru dari rombongan Al Masoem Bandung itu mengalami luka di kepala dan patah tulang karena mengalami benturan keras. (den/cep)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.