Sopir dan Kondektur di Tasik Harus Segera Disubsidi

610
0
H Amir Mahpud Presiden Direktur PO Primajasa

Presiden Direktur PO Primajasa H Amir Mahpud mengaku telah merumahkan 50 persen pekerja yang berstatus harian seperti sopir dan kondektur efek dari mewabahnya pandemi Covid -19.

“Dari total kurang lebih 10.000 pekerja, kita sudah merumahkan 50 persen pegawai yang statusnya harian. Sedangkan 50 persen pegawai yang berstatus karyawan masih kita pekerjakan, namun di- shift dua minggu sekali,” ujarnya kepada Radar, kemarin (26/4).

Baca juga : Sempat Terdampak Corona, Layanan Akad Nikah di Kabupaten Tasik Kembali Dibuka

Menurutnya, dirumahkanya 50 persen pekerja harian karena mereka mendapatkan uang ketika ada pekerjaan. Sehingga ketika tidak ada pekerjaan, otomatis tidak mendapatkan upah. ”Ya memang aturan mainnya begitu, khususnya sopir dan kondektur. Terpaksa kita rumahkan, sebab tidak ada pekerjaan (menarik angkutan, Red),” ungkapnya.

Namun, sambung H Amir, bagi 50 persen pekerja yang berstatus karyawan pihaknya masih memberikan gaji, meskinya mereka bekerja selama dua minggu dengan sistem shift. “Mereka yang berstatus karyawan masih menjadi tanggung jawab kita, tapi tidak tahu sampai kapan,” tuturnya.

Dia pun berharap pemerintah bisa memberikan subsidi bagi pekerja angkutan transportasi, sebab bidang ini menjadi yang sangat terdampak atas kebijakan larangan mudik. ”Tentunya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena mereka pun butuh makan. Alangkah baiknya mereka diberi subsidi oleh pemerintah,.” tuturnya.

Loading...

Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan subsidi kepada perusahaan transportasi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Karena bagaimana pun pelayanan transportasi umum, merupakan bagian vital yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Selain itu, selama ini kami menyerap tenaga kerja paling besar dan mengikis pengangguran,” terangnya.

Baca juga : Polisi Bubarkan Balapan Liar di Jalan Mashudi Kota Tasik, 2 ABG Cewek Ikut Dirazia

Meskipun, hingga kini pihaknya telah memberikan santunan berupa sembako kepada seluruh pegawai PO Primajasa. Supaya para pekerja bisa tetap hidup dan memenuhi kebutuhan makan bersama keluarganya.

Ketika ditanya berapa kerugian PO Primajasa efek dari wabah Covid-19? H Amir mengaku masih menghitungnya. “Fokus yang kita pikirkan saat ini mencari solusi bagaimana para pekerja bisa tetap mencari nafkah. Dan memenuhi kebutuhan hidupnya, kalau rugi sudah pasti,” paparnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.