Sopir Diganti Outsourcing

65

BUNGURSARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana menarik seluruh sopir berstatus aparatur sipil negara (ASN) di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Mereka akan dijadikan staf dan pengisi sopir memakai tenaga outsourcing.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan menerangkan sopir ASN itu ditarik dari SKPD lantaran kekurangan staf. Bahkan, saat ini banyak SKPD yang memakai tenaga harian lepas (THL) untuk menjalankan program kegiatan. “Maka dari itu untuk mengoptimalkan kinerja setiap SKPD, terlebih banyak juga pengemudi yang sudah golongan IIIA. Sehingga lebih tepat ditempatkan sebagai fungsional administrasi,” ungkapnya kepada wartawan di Bale Kota, Kamis (20/12).

Menurut dia, pengalihan sopir ASN ke staf itu, selain bisa menambalkan kekurangan pegawai, juga bisa menghemat anggaran. Pasalnya, standar biaya perjalanan dinas tenaga outsourcing berada di bawah sopir berstatus ASN. “Meski kemarin ada tambahan sebanyak 277 pegawai dari rekrutmen CPNS, kita masih sangat kekurangan pegawai. Adanya penambahan staf semoga pelaksanaan tugas dapat tertangani cepat dan THL lainnya bisa dikurangi,” jelas Ivan.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kota Tasikmalaya Gungun Pahlagunara menjelaskan nantinya pengemudi mobil kepala dinas dan camat memakai jasa sopir dari luar. “Kecuali pimpinan daerah mulai wali kota, wakil wali kota dan sekda masih menggunakan sopir berstatus ASN. Lainnya, kita sarankan ditarik menjadi staf dalam memenuhi kebutuhan SKPD,” paparnya. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.