Spanduk Protes UN Ditiadakan Bayarannya tak Dikembalikan Merebak di Kota Tasik

5863
0

KOTA TASIK – Spanduk putih dengan tulisan warna merah berisikan tulisan “UJIAN NASIONAL DITIADAKAN BAYARANNYA TAK KUNJUNG DIKEMBALIKAN,” terpasang di beberapa titik di pusat perkotaan Kota Tasikmalaya, Rabu (8/04) sore.

Spanduk ini, diduga dipasang para orang tua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena Ujian Nasional (UN) Berbasik Komputer (UNBK) dibatalkan.

Hal itu karena untuk antisipasi penyebaran covid-19 (corona) dan telah ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi membenarkan adanya spanduk tersebut yang terpasang di beberapa titik.

Antara lain di pinggir Gedung DPRD Kota Tasik Indihiang, Perempatan Alun-Alun, dan Jalan Ahmad Yani seberang Kantor Kementerian Agama (Kemenag).

“Jadi ada beberapa sekolah yang tidak mempunyai komputer. Sehingga untuk pelaksanaan UNBK itu dari awal sudah direncanakan diserahkan ke komite sekolah untuk menyewa. Jadi beberapa komite ada yang telah meminjamkan komputer kepada orang tua siswa,” ujarnya kepada wartawan yang dihubungi melalui ponselnya, Rabu (8/04) sore.

“Pembiayaan dari sekolah full, tapi kan tak cukup untuk memenuhi komputer di UNBK itu. Jadi asumsi pemerintah itu semua sekolah punya komputer. Sementara kan tak semua punya komputer. Kalau UNBK kan dibagi 3 tahap itu butuh sekitar 150 komputer untuk satu sekolah itu. Karena tak bisa dipenuhi itu, makanya diserahkan ke komite sekolah untuk menyiapkan komputer tersebut,” bebernya.

Lalu, kata dia, ada beberapa komite sekolah yang siap memenuhi komputer ini dengan beberapa cara.

“Ada yang cara dengan meminjamkan, ada juga orang tua yang bersepakat dengan komite untuk menyewa komputer. Ini semua kan tak ada perintah dari Disdik, tapi memang kalau tak begini tak akan jalan UNBK-nya,” bebernya.

Kemudian, tambah dia, ketika UNBK sudah siap dalam suatu ketika ada rapat pun pihaknya sudah berbicara dengan para komite agar dibicarakan kembali dengan para orang tua bahwa peminjaman komputer ini tak jadi karena keputusan dari pemerintah pusat soal corona.

“Tapi, soal komputer ini bukan sekolah yang jadi kewenangan kita. Tapi untuk tingkat SMA dan SMK. Ya mungkin spanduk itu bentuk protes dari mereka (komite sekolah, Red). Tapi kan SMA dan SMK bukan kewenangan kita,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.