Komplotan Ditangkap Saat di Rumah Makan

Spesialis Pembobol ATM Didor

160
0
DITANGKAP. Komplotan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) ditangkap Polres Ciamis Rabu siang (17/7). Keenam pelaku tersebut ditembak kakinya karena berusaha melawan petugas saat ditangkap di salah satu rumah makan di Ciamis. Iman S Rahman / Radar Tasikmalaya

CIAMIS – Komplotan pem­bobol anjungan tunai mandiri (ATM) ditangkap Polres Ciamis Rabu siang (17/7). Enam tersangka ditembak kakinya karena berusaha melawan petugas.

Saat ditangkap, AH (34), SI (37), RO (38), AD (38), HA (32) dan AR (33) sedang makan di salah satu rumah makan di Jalan RE Martadinata Kecamatan Cibaregbeg, Ciamis. Sedangkan tiga orang lagi, DI (29), ZL (50) dan FH (29), sampai saat ini masih menjadi buronan polisi. Data kepolisian, sembilan orang komplotan pembobol ATM itu berasal dari Lampung.

Dari komplotan tersebut, polisi menyita barang bukti uang Rp 4 juta. Uang tersebut sisa pembobolan. Sedangkan total uang yang mereka bobol yaitu Rp 38 juta.

Polisi juga menyita kawat pemancar dari mobil tersangka, satu obeng gepeng, baju dan topi. Atribut tersebut terekam CCTV saat mereka beraksi. Barang bukti lainnya yaitu mobil Xenia BE 2579 UB dan satu buah ATM untuk mereka gunakan sebagai ”ATM pancingan”.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SIK didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK menjelaskan pengungkapan kasus pembobolan ATM itu berawal dari laporan salah satu bank. Kemudian, anggota Satuan Reskrim Polres Ciamis menyelidiki dan memeriksa CCTV di ATM serta memeriksa sejumlah saksi.

Rabu siang (17/7), polisi mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan komplotan pembobol ATM tersebut. Itu sesuai dengan ciri-ciri dari CCTV. Saat itu komplotan tersebut berjumlah enam orang. Mereka tengah makan di salah satu rumah makan di Jalan RE Martadinata Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Anggota Satuan Reskrim lalu menangkap komplotan tersebut.

“Karena saat ditangkap pelaku hendak melawan dengan menggunakan garpu dan pisau rumah makan, makanya kita langsung ambil tindakan. Semuanya ditembak kaki kanannya,” ujar Bismo.

Bismo menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan kepada enam tersangka, didapatkan data bahwa mereka dan tiga temannya yang buron itu berasal dari satu wilayah di Provinsi Lampung. Mereka beraksi di sepanjang jalan yang dilalui. Mulai Bekasi, Limbangan (Garut), Tasikmalaya hingga Kabupaten Ciamis.

“Untuk para pelaku ini kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. Sementara tiga pelaku yang DPO masih kita lakukan pengejaran,” ujar Kapolres.

Sebelumnya, di Tasikmalaya sebuah mesin ATM BRI di Argasari Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya dibobol komplotan misterius, Sabtu dini hari (13/7). Sebelum berhasil mengambil uang, mereka melarikan diri setelah dipergoki warga sekitar.

Dari informasi yang dihimpun Radar, aksi upaya pembobolan ATM terjadi sekitar pukul 02.00. Salah seorang warga mendengar ada suara keras dari arah mesin ATM yang ternyata sedang dibongkar paksa.

Warga tersebut langsung meneriaki mereka maling sambil meminta bantuan warga. Akan tetapi komplotan tersebut berhasil kabur.

Kapolsek Jamanis AKP Sugih SH mengatakan pelaku pembobolan baru sebatas membongkar salah satu bagian mesin ATM. Mereka belum sempat mengambil uang yang ada di dalam mesin tersebut. “Tidak ada uang yang mereka ambil,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (14/7).

Berdasarkan penyelidikan petugas, pelaku berjumlah empat orang. Mereka kabur menggunakan kendaraan roda empat jenis minibus dengan nomor polisi yang tidak diketahui ke arah Bandung. “Mereka kabur pakai mobil,” tuturnya.

Mesin ATM tersebut berada di halaman kantor unit BRI Unit Argasari Jamanis. Sugih menyebutkan bahwa ada petugas keamanan, tetapi dalam kondisi tidak siaga (tidur, Red). “Ada penjaga malam, mungkin lagi tidur,” terang dia.

Sampai Minggu siang (14/7), mesin ATM belum bisa digunakan, beberapa warga hendak menggunakan mesin ATM terpaksa langsung balik lagi setelah melihat pemberitahuan yang terpasang di pintu ATM. (isr/rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.