2 Burnley vs Tottenham 1

Spurs, Lempar Handuk

21
0
premierleague.com BERDUEL. Pemain Tottenham dan Burnley berduel pada lanjutan Premier League kemarin.

BURNLEY – Tottenham Hotspur pesimis masih bisa bersaing dalam perburuan gelar Premier League. Setelah kekalahan mengejutkan di markas Burnley pada pekan ke-27, mereka mengumumkan lempar handuk.

Manajer Spurs, Mauricio Pochettino, mengatakan harapan gelar Premier League timnya sekarang telah berakhir. Menurutnya, kekalahan 1-2 di Turf Moor membuat Tottenham sulit menjangkau Manchester City dan Liverpool. Alasannya, laga seperti ini harusnya mereka menangkan.

Pada laga kemarin, Chris Wood membuka keunggulan tuan rumah di menit ke-57. Harry Kane baru kembali dari cedera yang memaksanya menepi tujuh pekan menyamakan kedudukan di menit ke-65 sebelum Ashley Barnes memastikan kemenangan Burnley di menit ke-83.

Dengan kekalahan ini, Spurs yang mengoleksi poin 60. Tetap tertinggal lima angka di belakang City dan Liverpool. Jarak poin dengan Liverpool bahkan bisa melebar menjadi delapan poin kalau sang rival bisa mencuri kemenangan di markas Manchester United, malam tadi.

“Ya (peluang gelar hilang). Kami sangat kecewa karena ada 11 pertandingan lagi, jaraknya bisa lebih besar. Tentu saja, ada banyak permainan untuk dimainkan. Akan tetapi, hari ini dalam pikiran saya, kami harus memenangkan tiga poin untuk menekan mereka,” kata Pochettino di Sky Sports.

Kekecewaan lain pelatih asal Argentina itu adalah kepemimpinan wasit Mike Dean. Sorotan utama Poche adalah keputusan Dean memberi tendangan sudut pada tuan rumah yang berujung gol pertama mereka. Padahal, dari siaran ulang terlihat jelas itu mestinya tendangan gawang bagi Spurs.

Makanya setelah peluit akhir, Poche langsung mendatangi Dean dan terlihat mengulangi kata “apa” saat memarahi petugas pertandingan itu. Pada saat bersamaan, asisten Pochettino, Jesus Perez, difilmkan mengarahkan jarinya ke wajah dan mulut Dean sambil mengumpat. Insiden ini membuat Poche terancam sanksi dan denda.

“Ketika Anda merasa sangat kecewa dan kesal, mungkin terkadang Anda melakukan kesalahan. Kami membuat kesalahan di lapangan dan saya membuat kesalahan setelah itu,” ujarnya.

Kane yang sejauh ini sudah mencetak 15 gol di Premier League menjelaskan, tuan rumah memenangkan pertandingan karena keunggulan fisik. “Itu adalah permainan fisik,” jelasnya.

Di kubu Burnley, manajer Sean Dyche menyebut kunci tiga poin timnya adalah mentalitas kuat dan perjuangan yang tak kenal menyerah. “Saya pikir ini juga karena kualitas permainan,” tegas Dyche di Sky Sports. (amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.