Sri Mulyani: CAD Bukan Suatu Dosa

23
0

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) bukan merupakan suatu dosa. Asalkan dapat terkelola dengan baik untuk mendukung kinerja perekonomian.

“Defisit transaksi ber­jalan bukan sua­tu dosa. Tetapi me­mang ada kon­se­kuensi kalau kon­disi global ti­dak mendukung,” kata Sri Mulyani da­lam acara forum in­vestasi di Jakarta Rabu (30/1).

Dia menjelaskan defisit neraca tran­saksi berjalan dapat memberikan tekanan terutama ketika terjadi aliran modal keluar dan fluktuasi nilai tukar. Dia mengakui hal tersebut terjadi karena Indonesia sedang mendorong pembangunan. Sehingga mem­butuhkan impor bahan baku dan bahan modal untuk produksi.

Namun, pemerintah melakukan penyesuaian untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan. Tujuannya agar tidak seterusnya mengalami defisit dan menenangkan pelaku pasar atas kondisi domestik.

Untuk itu, pemerintah memperbaiki sistem perizinan terpadu agar penanaman modal mulai tumbuh di Indonesia dan mewajibkan penggunaan B20 untuk menekan impor migas. Dalam kondisi ini, Sri Mulyani mengatakan pengambil kebijakan telah melakukan upaya tanpa mengorbankan tujuan jangka panjang demi target jangka pendek yang dilakukan dengan mengorbankan popularitas. “Kondisi ini membutuhkan kebijakan yang kre­dibel, meski kadang-kadang ada ”trade off ” yang sulit dan tidak mudah dilakukan. Apalagi men­jelang masa pemilihan umum,” pungkasnya. (rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.