Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5,3 Persen

5

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 mendatang masih berada di angka lima persen, yakni 5,3 persen.

Dengan komposisi konsumsi rumah tangga di atas lima persen, konsumsi pemerintah 5,4 persen, dan investasi tujuh persen.

“Sementara ekspor akan sedikit mengalami pelemahan sejalan dengan prediksi perdagangan global yang juga melemah. Dan impor kita, karena ada upaya untuk mengendalikan current account defisit (CAD), juga akan menurun di 7,1 persen,” papar Sri dalam jumpa pers di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/10).

Lebih lanjut Sri menjelaskan, dari segi kontribusi sektoral, industri pengolahan akan mengalami pertumbuhan yang cukup baik, yaitu 5,1 persen. Angka ini, menurutnya, menjadi yang tertinggi sejak tiga tahun terakhir.

“Pertanian masih berlanjut di 3,8 persen, kalau kita lihat sektor jasa masih mengalami momentum yang cukup baik,” jelasnya.

Lebih rinci, jelas Sri, sektor informasi dan telekomunikasi meningkat 10,4 persen, perdagangan eceran 5,3 persen, transportasi dan pergudangan 8,8 persen, serta jasa keuangan 7,9 persen.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengatakan, berkaca dari fluktuasi global, kondisi perekonomian dalam negeri masih cukup kuat sampai kuartal kedua 2018. Hal ini, kata dia, berdasarkan fakta bahwa laju pertumbuhan ekonomi meningkat di angka 5,27 persen.

“Ini adalah pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak 2014. Kontribusi pertumbuhan ekonomi 5,27 persen adalah berasal dari rumah tangga yang juga mengalami momentum penguatan,” ujarnya.

Sri mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2018 diprediksi akan tetap stabil. Hal ini, menurutnya, merupakan dampak dari digelarnya berbagai macam event internasional di Indonesia.

Sementara itu, lanjut Sri, sektor investasi juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan credit growth Indonesia mencapai di atas 12 persen. “Ini juga menunjukkan suatu pemulihan yang cukup solid,” tukasnya.

Sri juga mencatat ada peningkatan dalam ekspor dalam negeri, yakni sembilan persen. Kendati angka tersebut masih kalah dari impor, namun Sri memandangnya sebagai hal yang positif.

Lebih lanjut, Sri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 mendatang masih berada di angka lima persen, yakni 5,3 persen.

Dengan komposisi konsumsi rumah tangga di atas lima persen, konsumsi pemerintah 5,4 persen, dan investasi tujuh persen.

“Sementara ekspor akan sedikit mengalami pelemahan sejalan dengan prediksi perdagangan global yang juga melemah. Dan impor kita, karena ada upaya untuk mengendalikan current account defisit (CAD), juga akan menurun di 7,1 persen,” pungkasnya.

(riz/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.