Stasiun dan Halte Merupakan Sarang Terbesar Kuman TBC Berkembang

164
0

Masyarakat urban tentunya tak bisa menghindari kesibukan yang dinamis, polusi, hingga paparan kuman. Salah satunya penyakit Tuberkulosis (TBC) yang bisa menular antar manusia.

Misalnya di Jabodetabek, masyarakat komuter pasti menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) dan bus. Saat sedang menunggu kendaraan di stasiun atau halte dan terminal yang padat, setiap risiko penularan penyakit pasti ada.

“Memang untuk berapa persen terpapar TBC saat naik KRL atau transportasi belum ada penelitiannya.”

“Tetapi jika diasumsikan tiak kasus TBC per 155 orang ada 1 ditemukan pasien TBC, apalagi di kerumunan di mana stasiun KRL ada ribuan orang,” kata Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Gatot Priyonugroho, SpP(K) kepada wartawan baru-baru ini.

Karena itu, jika berada di tengah kerumunan, pencegahan paling baik adalah dengan memakai masker. Palimg terbaik adalah dengan menganggap situasi itu sebagai situasi universal precaution.

“Jika dalam situasi itu yang terbaik adalah universal precaution (dianggap berbahaya, Red) karena kita tidak tahu kondisi itu aman atau tidak, dan mencegahnya dengan pakai masker,” jelasnya.

Meski sudah menggunakan masker N95 yang dianggap paling efektif menangkal masuknya virus dan bakteri, hal ini akan kurang optimal jika tidak digunakan dengan rutin.

“Negara maju pun, masyarakatnya aktivitas enggak pakai N95 tapi disiplin pakai masker kain terus kemana-mana. Misalnya di Jepang, orang di sana selalu menerapkan universal precaution ke mana-mana dan disiplin pakai masker,” jelasnya.

Faktor penularan atau risiko TBC lainnya adalah adalah gaya hidup. US Center For Disease Control menjelaskan alkohol dan merokok sangat dekat dengan risiko TBC.

Dan juga faktor lainnya misalnya dipengaruhi oleh usia atau penyakit degeneratif seperti diabetes.

“Lansia berisiko kena TBC juga karena daya tahan tubuhnya menurun. Misalnya faktot lain yaitu diabetes serta HIV. Pembunuh utama pasien HIV adalah sakit TBC,” katanya. (ayu/tipstren)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.