Stasiun KA Kota Tasik Belum Gunakan GeNose

124
0
FASILITAS. Stasiun Tasikmalaya belum memberlakukan pendeteksian Covid-19 calon penumpang dengan GeNose, Jumat (5/2/2021). RANGGA JATNIKA/RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TAWANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai memberlakukan pendeteksian Covid-19 bagi calon penumpang. Tetapi Stasiun Tasikmalaya belum memberlakukan pemeriksaan dengan alat ciptaan anak bangsa itu.

Humas PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardoyo mengatakan pemberlakuan GeNose baru di beberapa stasiun saja. Stasiun Tasikmalaya tidak termasuk dalam pemberlakuan awal ini. “Bukan hanya Tasik, semua wilayah Daop 2 belum ada yang memberlakukan GeNose,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/2/2021).

Sementara ini, stasiun yang belum melakukan pemeriksaan dengan GeNose masih mengacu pada kebijakan lama. Screening untuk calon penumpang masih menggunakan rapid test antigen. “Hasil pemeriksaan antigen dan PCR masih bisa digunakan,” terangnya.

Disinggung kapan Tasikmalaya dan Stasiun lain di wilayah Daop 2 akan memberlakukan GeNose, dia belum bisa memastikan. Hal ini, bergantung pada kebijakan dari kantor pusat PT KAI. “Nanti kita kabari kalau mau diberlakukan,” ujarnya.

GeNose merupakan alat screening Covid-19 buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Metode pemeriksaannya dianggap lebih praktis dengan akurasi yang tinggi.

loading...

Terpisah, Kabid Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Asep Hendra menjelaskan GeNose baru sebatas alat screening. Sehingga meskipun positif, harus dilanjutkan dengan swab test. “Sama seperti antigen, ketika positif harus dipastikan kembali dengan PCR,” ungkapnya.

Diakuinya, bahwa GeNose memang lebih praktis untuk digunakan. Pasalnya, petugas tidak perlu memanggil sampel dari hidung orang yang diperiksa, karena cukup menghembuskan nafas ke kantong plastik khusus.

“Dengan menghembuskan nafas dan pada hembusan ketiga dimasukkan ke kantong plastik untuk diperiksa,” terangnya.

Disinggung adakah rencana untuk menggunakan alat keluaran tanah air itu, sejauh ini pihaknya masih akan menggunakan antigen untuk tracing. Karena meskipun sudah memiliki izin kemenkes, tapi metode yang saat ini sudah berjalan sudah masuk standar WHO. “GeNose belum sampai menjadi rekomendasi WHO,” terangnya. (rga)

Baca juga : Tak Ada Aturan Wajib & Larangan Seragam Identik dengan Agama di Kota Tasik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.