Status Ciamis Pindah ke Zona Oranye

56
0
ISTIMEWA RAKOR. Pemerintah Kabupaten Ciamis melaksanakan Rapat Koordinasi Sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Senin (25/1)
Loading...

CIAMIS – Status Kabupaten Ciamis dalam penyebaran Covid-19 mengalami perubahan dari merah menjadi zona oranye. Artinya ada penurunan kasus terpapar Covid-19 setelah dilaksanakannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis melaksanakan Rapat Koordinasi Sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Senin (25/1) pagi.

Pasalnya berdasarkan, Intruksi Menteri Dalam Negri Nomor 1 Tahun 2021 Ciamis tidak termasuk kabupaten yang melakukan perpanjangan PPKM, akan tetapi karena kondisi tracing tetap naik, maka akan dilaksanakan PPKM Mandiri sampai 8 Februari 2021.

Baca juga : Di Ciamis, Semua Unsur Harus Antisipasi Bencana Alam

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr H Tatang MPd mengatakan, hasil dari pelaksanaan PPKM selama dua pekan untuk Kabupaten Ciamis saat ini telah berubah kembali menjadi zona oranye dari merah.

loading...

Pihaknya bersyukur dengan dilaksanakannya PPKM di Kabupaten Ciamis dari tanggal 11-25 Januari 2021 saat ini kembali ke zona oranye, tentu ini semua berkat kerja sama yang baik semua pihak terutama Forkopimda dan Satgas Covid-19 Ciamis yang bekerja secara maksimal.

“Walaupun sudah kembali menjadi zona oranye, penindakan dan pendisiplinan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 harus tetap dilaksanakan. Termasuk kepada para pelaku usaha untuk selalu tertib dalam beroperasi,” ujarnya, menjelaskan.

“Maka dari itu, kami akan tetap memberlakukan PPKM, namun saat ini mandiri karena tidak masuk dalam daerah yang diperpanjang oleh pusat. Walaupun mandiri, mekanismenya sama dengan yang sebelumnya,” katanya, menambahkan.

Jelas dia, untuk PPKM Mandiri dilaksanakan secara swadaya dan kerja sama semua unsur tanpa dukungan biaya dari pemerintah daerah dalam pelaksanaannya. Sehingga semuanya bisa mematuhi aturan-aturan dalam PPKM yang sebelumnya sudah dilaksanakan, termasuk para ketua asosiasi dan pelaku usaha di Kabupaten Ciamis diharapkan bisa menjalankannya.

“Kami berharap semua pihak dapat bahu membahu menyosialisasikan PPKM Mandiri ini kepada masyarakat serta sama-sama mendukung rencana pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Ciamis. Tujuan tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 yang saat ini masih ada,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Yoyo mengatakan, berdasarkan Intruksi Mentri Dalam Negri, Ciamis tidak termasuk dalam Kabupaten/Kota yang melaksanakan PPKM, akan tetapi untuk penilaian dari provinsi sampai saat ini masih belum ada kepastian.

Sedangkan terkait vaksin, kata dia, baru akan datang ke gudang vaksin Dinas Kesehatan Ciamis pada Rabu 27 Januari 2021 dengan pengawalan ketat. Sedangkan proses vaksinasinya akan dilaskanakan pada minggu depan.

“Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan dua tahap, tahap pertama tenaga kesehatan dan layanan publik dan setelahnya masyarakat,” paparnya.

Yoyo menambahkan, targetnya 70 persen masyarakat tervaksinasi. Maka dari itu, vaksinasi perlu digalakan atau sosialisasi ke semua pihak. Rencananya, pelaksanaan vaksinasi akan diawali oleh publik figur atau pimpinan daerah dan tokoh masyarakat dalam rangka mendukung kesuksesan pelaksanaan vaksinasi.

“Tahapanya akan dilakukan seperti itu, untuk itu kami mengajak kepada semua warga Ciamis untuk segera divaksin,” tuntasnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.