Sterilkan Jogging Track Dadaha Kota Tasik dari PKL

111
0
DIJAGA. Akses jogging track komplek Dadaha dijaga oleh petugas dari UPTD, Minggu (2/8).

CIHIDEUNG – Sudah dua kali hari Minggu petugas UPTD Dadaha tetap masuk kerja. Mereka harus melakukan penjagaan area jogging track supaya tidak dimasuki Pedagang Kaki Lima (PKL).

Hal ini berawal dari banyaknya keluhan pengunjung yang terganggu banyaknya PKL di jogging track di hari Minggu.

Baca juga : Polsek Rajapolah Tasik Angkat Anak Asuh Siswi SMP Yatim Piatu

Petugas UPTD Pengelola Komplek Dadaha pun menjaga dan menertibkan pedagang yang masuk area jogging itu.

Kepala UPTD Dadaha Kota Tasikmalaya, Gumilang Herdis Kiswa mengatakan pihaknya sudah memasang himbauan dan water barrier untuk menghalangi akses pedagang. Bahkan dia, dan beberapa stafnya pun berjaga di lokasi.

“Kami khawatir ada PKL yang tetap bandel dan masuk,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (2/8).

Dia akui bahwa sebelumnya pun beberapa PKL kerap masuk ke area jogging track. Namun hal itu tidak dikeluhkan oleh para pengunjung.

“Karena sebelumnya paling pedagang yang pakai roda, jadi tidak terus berdiam di tempat,” katanya.

Kondisi berubah ketika pedagang pakaian bermunculan dan membuka lapak di jogging track. Barulah pihaknya mendapat banyak keluhan karena mereka dianggap menghalangi pengunjung yang jogging.

“Karena space yang diambil cukup lebar karena ngampar,” ujarnya.

Maka dari itu, dia bersama stafnya memutuskan untuk berjaga di dua akses jogging track. Melihat petugas di situ, hanya beberapa pedagang yang mau masuk namun dilarang.

“Pas kita datang ke lokasi ada yang sudah masuk, langsung kita minta untuk keluar dari are itu,” tuturnya.

Penjagaan itu rencananya akan dilakukan rutin setiap hari Minggu. Meskipun hari libur, pihaknya tetap punya tanggung jawab dalam memberikan kenyamanan kepada pengunjung.

“Enggak semua masuk kerja, hanya sebagian staf saja dan ke depannya kami akan bergerak dengan karang taruna setempat,” tuturnya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, tingkat kunjungan warga ke Dadaha cenderung mengalami peningkatan sejak PSBB dicabut.

Bukan hanya hari Minggu saja, hari-hari biasa pun warga yang datang terbilang lebih banyak. “Hari biasa saja lumayan banyak, apalagi Minggu,” tuturnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.