Stiker Warga Miskin Terlalu Kasar

276

INDIHIANG – Penandaan keluarga miskin dengan stiker oleh pemerintah dinilai perlu dilakukan. Namun demikian, penggunaan kata pada stiker dinilai terlalu melecehkan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya H Mamat Rahmat mengakui bahwa penandaan warga kurang mampu yang menerima bantuan pemerintah memang perlu. Pasalnya, bisa menumbuhkan kesadaran warga mampu untuk tidak pura-pura miskin. “Apalagi memang sudah jadi kebijakan pemerintah pusat, memang diperlukan,” kata dia kepada Radar, Jumat (15/2).

Akan tetapi kalimat “Warga Fakir Miskin” dinilai terlalu frontal dan bisa menyinggung warga. Meskipun pada kenyataannya mereka berasal dari perekonomian rendah, hal itu kurang manusiawi. “Jadi seolah melecehkan, meskipun tujuannya baik,” tuturnya.

Pemkot idealnya menuangkan kata yang lebih elegan dalam stiker penanda. Namun, tidak mengesampingkan substansi dari upaya tujuan penandaan warga miskin itu. “Ya bisa pakai kalimat warga penerima bantuan pemerintah atau apa lah, secara substansi tetap menunjukkan mereka kurang mampu,” katanya.

Anggota Komisi IV lainnya, Rachmat Soegandar juga menilai penandaan rumah keluarga miskin itu memang diperlukan. Salah satunya untuk menumbuhkan kesadaran warga yang mampu untuk tidak pura-pura miskin. “Saya rasa memang perlu,” tutur dia.

Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu upaya transparansi publik. Masyarakat jadi lebih tahu siapa saja di lingkungannya yang merupakan keluarga penerima bantuan. “Jadi kalau terjadi salah sasaran bisa lebih kelihatan,” ujar dia.

Mengenai kemiskinan, pihaknya lebih memperhatikan substansi dari permasalahan. Dia mendorong upaya pemerintah untuk mengangkat masyarakat dari jurang kemiskinan, bukan sekadar penandaan. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.