STIKes BTH Kota Tasik Luluskan Apoteker Handal

92
0
IKRAR. Sebanyak 20 lulusan Prodi Pendidikan Apoteker STIKes BTH Tasikmalaya diambil sumpah atau janji apoteker di Hotel Santika, Rabu (26/11).
Loading...

YUDANEGARA – STIKes BTH Tasikmalaya melaksanakan sidang terbuka pengambilan sumpah atau janji apoteker untuk penetapan kelulusan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Apoteker angkatan pertama di Hotel Santika, Rabu (26/11).

Sebanyak 20 Sarjana Farmasi disumpah profesi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Acara dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Drs Apt Nurul Falah Eddy Pariang, Wakil Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Jawa Barat Apt Farhan MFarm, Kepala Seksi SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Titis Wigiati SKM MKM.

Ketua STIKes BTH Tasikmalaya Hj Enok Nurliawati SKp MKep menyebutkan, 20 orang yang sudah mengikuti uji kompetensi apoteker Indonesia sekarang sudah lulus profesi apoteker dengan predikat pujian. Mereka siap dilepas ke pasaran dengan menjadi apoteker andal.

Baca juga : AWAS! 40 Orang Pengawas Pilkada Tasikmalaya Reaktif Covid-19

loading...

“Dengan dilakukannya sumpah profesi ini diharapkan para lulusan profesi apoteker dapat mengaplikaskan dan menjalankan praktik secara profesional. Serta mampu bertanggungjawab dengan pekerjaan sesuai kode etik dan sumpah yang telah diikrarkan,” katanya kepada Radar, Kamis (26/11).

Kemudian, sambung Enok, agar lulusan Prodi Pendidikan Profesi Apoteker terus memberikan manfaat, pihaknya berharap mereka terus berkomitmen untuk siap mengabdi memberikan pelayanan pada masyarakat.

“Lulusan Pendidikan Profesi Apoteker diharapkan memiliki komitmen, sifat keilmuan, perkembangan teknologi dan pelayanan pada masyarakat serta menjunjung almamater,” ujarnya.

Kemudian, selain profesional dia terus menanamkan lulusan profesi apoteker ini dengan mengintegrasikan tujuh nilai seperti jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli.

“Selain unggul di bidang kesehatan, lulusan Stikes BTH juga berakhlak mulia,” katanya.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan mewakili Komite Farmasi Nasional (KFN) Drs Apt Nurul Falah Eddy Pariang menyampaikan, lulusan apoteker STIKes BTH Tasikmalaya itu sejajar dengan perguruan tinggi yang lainnya. Sehingga bisa bekerja di bidang farmasi, kosmetik dan pelayanan kefarmasian yang kompetitif.

“Lulusan apoteker STIKes BTH harus memiliki jiwa profesional, kolaborasi, inovatif, dan memiliki etos kerja yang baik,” ujarnya.
Oleh karena itu, lulusan apoteker Stikes BTH dilengkapi dengan sertifikat kompetensi, surat registrasi apoteker dan lainnya. Maka tidak adanya penyimpangan praktik.

“Jadi setelah lulus, saya minta bisa berwirausaha dengan membuka apotek, atau bagian dari tim pelayanan kesehatan profesional yang bekerja di suatu farmasi, baik farmasi rumah sakit atau industri farmasi,” katanya.

Perwakilan lulusan Apoteker STIKes BTH Tasikmalaya Apt Khairul Yudha Pratama SFram bersyukur bisa mendapatkan nilai lulus dengan pujian atau IPK 4.0. Ia pun mengajak agar lulusan apoteker terus berkontribusi untuk meningkat derajat pembangunan kesehatan.

“Pengalaman berharga belajar hingga bisa menerima Sertifikasi Pendidikan Profesi Apoteker. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.