Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Stikes Karsa Husada Garut Screening Mahasiswa Baru

82
0
MEMANTAU. Ketua STIKes Karsa Husada Garut H Engkus Kusnadi SKep, MKes memantau pelaksanaan sreening pada mahasiswa baru Kamis (27/8). Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut mengadakan penyaringan atau screening Covid-19 dengan rapid test secara mandiri kepada mahasiswa baru. Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada mahasiswa yang positif Covid-19.

“Tentu kita tidak tahu asal tempatnya dari mana saja (mahasiswa baru, Red). Mudah-mudahan kampus terbebas dari penyebaran virus corona,” kata Ketua STIKes Karsa Husada Garut H Engkus Kusnadi SKep, MKes saat memantau pelaksanaan screening mahasiswa di Kampus 2 STIKes Karsa Husada Garut Kamis (27/8).

Baca juga : 5 Anak Pencabut Bendera di Garut Diamankan Polisi & Dikembalikan ke Orang Tuanya

Ia mengatakan rapid test diikuti 448 mahasiswa baru yang meliputi lima program studi. Diantaranya D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, D3 Farmasi, D3 Analis dan S1 Keperawatan. “Kita berupaya membantu pemerintah daerah dalam rangka deteksi dini terhadap suspect Covid-19, sehinggga tidak terjadi klaster baru di perguruan tinggi atau kampus dan sekolah,” ujarnya.

Pada kegitana screening, pihaknya bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Garut. “Kami juga kerja sama dan dipantau dari Puskesmas Haurpanggung yang ada di wilayah kerja kami,” tuturnya

Sementara untuk proses pembelajaran dimasa pandemi, kata dia, untuk teori dilaksanakan secara online sampai akhir semester, sedangkan praktek dilakukan di kampus.

Baca juga : Tak Punya Uang, Warga Cisompet Garut Bayar Perbaikan kWh dengan Domba

Hal ini diperlukan karena pada sekolah kesehatan, ada beberapa kuliah yang mengharuskan praktik laboratorium. Namun pihaknya memastikan kegiatan praktik dilakukan menggunakan aturan protokol kesehatan, mewajibkan memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan.

“Kapasitas kelas dibatasi hanya 50 persen. Kalau satu kelas ada 40 orang, maka untuk hari itu hanya 20 orang yang datang ke kampus. Itu pun dengan jadwal yang sudah ditentukan, misalnya 10 orang pada jam pertama dan berikutnya jam kedua 10 orang,” katanya. (son)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.