Stikes MK Kota Tasik Adakan Simulasi Tanggap Bencana

258
0
SIMULASI. Regu penyelamat BPBD Kota Tasikmalaya melakukan pengevakuasian salah satu mahasiswa saat Simulasi Penanggulangan Bencana di Stikes Mitra Kencana Tasikmalaya Selasa (14/11).

TASIK – Stikes Mitra Kencana di Jalan RE Martadinata Kota Tasikmalaya diguncang gempa 4,5 richter. Ratusan mahasiswa, dosen dan staf langsung berlarian menyelamatkan diri sesaat setelah mendengar suara sirine sebagai tanda bahaya.
Suasana begitu panik dan menegangkan. Ketua Stikes Mitra Kencana Asep Mulyana SKep Ners MM menginstruksikan kepada semua yang ada di ruangan untuk segera keluar dari gedung kampus dan menuju titik aman di sisi timur lapangan parkir.
Selang 2 menit terjadi gempa susulan dengan skala 6,9 richter selama kurang lebih 8 detik. Gempa susulan ini menyebabkan kebakaran.
Regu penyelamat dari Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya serta petugas keamanan Stikes MK langsung mengamankan dan mela­ku­kan evakuasi. Karena diketahui terdapat mahasiswa yang terjebak di lantai 2.
Satu persatu ruangan di Stikes MK diperiksa untuk mencari korban. Kemudian petugas BPBD dan petugas keamanan melakukan evakuasi kepada para korban.
Suasana itu berlangsung sekitar 30 menit yang menjadi bagian dari simulasi penanggulangan bencana Stikes Mitra Kencana Tasikmalaya, kemarin (14/11).
Ketua Stikes Mitra Kencana Asep Mulyana SKep Ners MM menilai penting kegiatan simulasi seperti ini, agar warga kampus bisa mengetahui bagaimana melakukan evakuasi diri saat terjadi bencana alam dan kondisi kegawat daruratan.
“Simulasi ini juga bertujuan untuk membentuk dan mewujudkan tenaga kesehatan yang peduli, tanggap dan terampil terhadap penanggulangan bencana,” terangnya seraya mengatakan bahwa Stikes MK memiliki tiga program studi yakni S1 Keperawatan, D3 Kebidanan dan Profesi Ners.
Kepala Seksi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Tasik­malaya Erik Yuanda mengatakan si­mulasi ini dilakukan berdasarkan permintaan Stikes MK, dilaksanakan dua hari, hari pertama sosialisasi di kelas, hari kedua simulasi bencana.
“Kegiatan ini sesuai dengan amanat UU Nomor 24/2007 tentang penanggulangan bencana,” ujarnya. Simulasi ini telah dilaksanakan di beberapa sekolah dan kampus yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengurangan resiko bencana. (na)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.