STIKes Muhammadiyah Ciamis Ambil Sumpah Profesi

104
1
FOTO BERSAMA. Seluruh unsur yang terlibat dalam acara sumpah profesi di STIKes Muhammadiyah Ciamis foto bersama di Gedung Auditorium KH Ahmad Dahlan, Ciamis, Sabtu (14/11). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis (Mucis) menggelar sumpah profesi akademik 2019/2020 Program Studi S1 Keperawatan, D3 Kebidanan, D3 Farmasi dan D3 Analis Kesehatan dilakukan secara daring dan hadir langsung di lokasi.

Para peserta yang hadir pun dilakukan rapid test dulu untuk semakin tertib dalam menjalankan protokol kesehatan, Sabtu (14/11).

Acara tersebut dihadiri berbagai tamu undangan dari organisasi profesi seperti PPNI, IBI, PAFI, PATELKI, Badan Pembina Harian STIKes Mucis, Pimpinan Daerah Mumammadiyah Kabupaten Ciamis dan orang tua mahasiswa.

Ketua STIKes Mucis H Dedi Supriadi SSos SKep Ners MMKes mengatakan, pihaknya melaksanakan acara sumpah  profesi yang wajib dilakukan oleh semua lulusan tenaga kesehatan STIKes Mucis. Karena dalam proses sumpah profesi itu ada salah satu yang harus dilakukan.

Kata dia, sumpah profesi ini sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Tenaga Kesehatan No 36 Tahun 2014 Bab 6 Pasal 44 Ayat 3 yang isinya tenaga kesehatan itu harus disumpah profesi, karena berhubunganya dengan Surat Tanda Registrasi (STR ) profesi masing-masing.

“Kami tegaskan kalau tidak ikut dalam acara sumpah profesi ini tidak akan diberikan sertifikatnya,” ujarnya.

Kata dia, dalam pengambilan sumpah profesi ini dilakukan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena, saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga harus mengutamakan jaga jarak. Sehingga sumpah profesi ini dilakukan secara daring dan offline.

“Yang ikut daring bebas dilaksanakan di rumah masing-masing peserta. Namun, yang hadir langsung di lokasi wajib mengikuti protokol kesehatan yang ketat, termasuk dilakukan rapid test,” katanya.

Baca juga : Pilkades di Ciamis Digelar Usai Pilkada Serentak 2020

Lanjut dia, walaupun pengambilan sumpah profesi ada yang dilakukan secara daring, tetap semuanya sah dan berhak mendapatkan sertifikat.

“Kami bersyukur, sesuai lulusan wisudawan sebanyak 510 mengikuti sumpah profesi ini dengan cara daring dan hadir langsung di lokasi,” ujarnya.

Sumpah profesi ini, kata dia, jangan dijadikan mainan, apalagi disalahgunakan.

“Profesi yang diemban ini betul-betul dipertanggung jawabkan oleh mereka. Karena pertanggung jawaban itu untuk diri sendiri, profesi untuk keluarga dan masyarakat,” katanya.

“Penyalah gunaan profesi bukan lagi disiplin dari profesi, tapi sudah menyangkut kepada unsur pidana, itu bukan lagi ranah tanggung jawab kita,” katanya, menambahkan.

Kemudian, kata dia, ilmu yang sudah didapat harus digunakan dengan baik. Sehingga bisa bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan secara umum bangsa negara.

“Kami titipkan, karena anda sudah bersumpah paling utama ilmu anda jangan sampai ada terdengar atau penyalahgunaan profesi. Di luar banyak terdengar informasi soal penyalahgunaan profesi, itu harus benar-benar dihindari,” katanya.

“Maka saya titipkan kepada semua lulusan STIKes Mucis jangan sampai menyalahgunakan profesi kita dan pegang teguh sumpah profesi ini untuk dipergunakan sebaik-baiknya,” ujarnya, menambahkan.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKes H Asep Gunawan SKep Ners MPd Mkep berharap semua lulusan yang sudah di sumpah betul-betul mendelegasikan tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter sesuai dengan visi misi STIKes Mucis.

Di mana, semua lulusan baik Keperawatan, Profesi Ners, D III Keperawatan, D III Kebidanan, D III Farmasi dan D III Analis Kesehatan  betul-betul bisa didayagunakan di masyatakat dan memperlihatkan lulusah STIKes Mucis terbaik.

“Semoga lulusan kita jadi kebanggaan Ciamis, baik Jawa Barat mapun Indonesia,” harapnya. (isr)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.