Stikes Respati Tasikmalaya Wisuda Calon Nakes Profesional

57
0
MELANTIK. Ketua STIKes Respati Tasikmalaya Dadan Yogaswara SKM MKM memindahkan tali toga kepada wisuda ke XVIII di Aula STIKes Respati, Kamis (22/10).

TASIK – Sebanyak 52 wisuda ke XVIII STIKes Respati Tasikmalaya dilantik untuk menyandang gelar DIII Kebidanan dan S1 Kesehatan Masyarakat pada Kamis (22/10). Kegiatan itu diselenggarakan menggunakan kesehatan protokol kesehatan ketat.

Usai wisuda, peserta wisuda mengikuti sumpah calon tenaga kesehatan (nakes). Dalam acara tersebut dengan daring dan offline di Aula STIKes Respati.

Ketua STIKes Respati Tasikmalaya Dadan Yogaswara SKM MKM menjelaskan, tema wisuda kali ini yaitu Siap Menghadapi Kebiasaan Baru.

Dia berharap seluruh alumni STIKes Respati mampu berkontribusi di dunia kesehatan maupun di lingkungan masyarakat. Itu merupakan upaya agar bisa mewujudkan visinya yaitu Menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan Unggul di Tingkat Nasional Tahun 2027 yang Menghasilkan Tenaga Kesehatan Profesional, Religius, Kreatif dan Berdaya Saing Global.

“Dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta praktek yang sudah diberikan oleh wisudawan-wisudawati. Semoga mampu memberikan kompetensi lulusan yang profesional, religius, dan penguasaan atau berwawasan global di era Revolusi Industri 4.0 “ katanya kepada Radar, Kamis (22/10).

Kemudian, Dadan sudah memahami kompleksitas dan dinamika tantangan di luar untuk para alumni, sudah dihadapkan perkembangan era Revolusi Industri 4.0 dalam dunia pekerjaan dan era pandemi Covid-19. Maka ia memotivasi mereka agar harus mampu berdaya saing di tingkat lokal, nasional dan global.

“Oleh karena itu STIKes Respati terus berusaha berbenah diri untuk siap beradaptasi mengahadapi kebiasaan baru dengan strategi transformasi. Lalu terus mengokohkan diri dengan memperkuat budaya Tri Dharma Perguruan Tinggi agar memiliki kredibilitas, kapasitas, dan popularitas,” ujarnya.

Seperti produk inovasi dari STIKes Respati yaitu aplikasi digital Sicenting sebagai media deteksi dini stunting dan informasi pencegahan. Lalu Aplikasi catat kehamilan serta aplikasi ekabe media informasi digital penggunaan alat kontrasepsi.

“Itu bentuk perguruan tinggi beradaptasi menyesuaikan digital dalam transformasi pendidikan kesehatan,” katanya.

Adapun jumlah mahasiswa yang mengikuti prosesi wisuda sebanyak 66 orang. Mereka dari 2 program studi. Untuk Program Studi Kesehatan Masyarakat meluluskan 19. Sedangkan Program Studi Kebidanan meluluskan 33.

“Alhamdulillah kami bisa mengantarkan dengan raihan IPK menyandang lulusan yang baik. Untuk IPK tertinggi 3,83 dan rata- rata IPK 351 dari prodi kesehatan masyarakat. Sedangkan untuk prodi Kebidanan memiliki IPK tertinggi 3,83 dan rata-rata IPK 3,38,” ujarnya.

Lewat virtual, Ketua Yayasan Pendidikan Respati Tony Sugiarso SE MKom mengucapkan selamat kepada orang tua dan alumni, berbekal pengetahuan dan keterampilan selama pendidikan di STIKes Respati alumni mampu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

“Setelah mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan saya berpesan kepada alumni agar selalu mengamalkan dengan semangat, fokus, dan berani bertanggung jawab dalam bertugas sebagai tenaga kesehatan,” katanya.

Ia pun mengingatkan, tenaga kesehatan merupakan pekerjaan mulia namun bukan pekerjaan yang mudah. Itu berhubungan keselamatan pasien. “Maka harus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan optimal,” ujarnya.

Setelah dinyatakan wisuda, sambungnya, alumni harus memiliki tanggung jawab yang besar untuk berkarya lebih baik lagi dan menjadi tenaga kesehatan profesional.

Perwakilan Wisuda dari DIII Kebidanan Septi Nur Awalia AMd Keb dengan IPK 3,83 mengajak kepada alumni terus mengabdikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat sebagai ahli kesehatan. Lalu dapat menjaga kehormatan dan martabat sebagai tenaga kesehatan.

“Mari melaksanakan kewajiban dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjunjung tinggi kejujuran. Serta keadilan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Kemudian, dia memotivasi kepada alumni STIKes Respati agar senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai perkembangan ilmu kesehatan dan teknologi.

“Yang terpenting kita selalu bertanggung jawab, menghormati dan menjaga kesetiakawanan guna hasil terbaik dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Lalu menjunjung tinggi norma-norma ilmu kesehatan,” ujarnya.

Selanjutnya dengan momentum diwisuda ini, merupakan bentuk awal perjalanan bagi alumni dalam melaksanakan kewajiban mengabdi kepada masyarakat, sehingga mari terus menjungjung tinggi nama baik almamater.

“Kami sudah mengemban gelar tenaga ahli kesehatan harus jujur, adil, dan penuh kesungguhan untuk menjaga kehidupan masyarakat yang sehat,” kata dia. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.