Beranda Hoak atau Bukan Stimulasi Bahasa dalam Kehamilan

Stimulasi Bahasa dalam Kehamilan

78
BERBAGI

Kapan sebenarnya anak mulai berbahasa? Karena berbahasa menyangkut proses komprehensi maupun produksi maka sebenarnya anak sudah mulai berbahasa sebelum dia dilahirkan.

Mengenai komprehensi dan produksi manusia, baik anak maupun orang dewasa, mempunyai dua tingkat kemampuan yang berbeda dalam berbahasa.

Sebagai orang dewasa kita menyadari bahwa jumlah kosakata yang kita pakai secara aktif adalah lebih rendah daripada kata-kata yang dapat dimengerti.

Begitupun anak, di mana pun juga kemampuan anak untuk memahami apa yang dikatakan orang jauh lebih cepat dan jauh lebih baik dari produksinya.

Menurut sebagian peneliti contohnya saja Fenson dkk (dalam Barrret 1995:363) mengatakan bahwa pada saat anak memproduksi sepuluh kata, maka komprehensinya adalah 110 kata.

Jadi, 11 kali lipat daripada produksinya. Ketidakseimbangan ini akan terlihat pada perilaku anak. Contohnya ketika kita menyuruh anak untuk membuang bungkus makanan di tempat sampah. Dia akan melakukan instruksi kita dan memahami apa yang kita perintahkan meskipun dia belum dapat mengucapkan satu kata pun dengan baik atau contoh lainnya dia akan datang kalau dipanggil.

Jika dikaitkan de­ngan proses komprehensi dan produksi bahwa ketika dalam rahim, janin sudah mulai berbahasa dengan hanya mendengar (adanya proses komprehensi).

Melalui saluran intrauterine anak telah terekspos pada bahasa manusia sewaktu dia masih di janin Kent dan Miolo 1996 (dalam Dardjowidjojo: 2005). Janin/fetus mulai mendengar frekuensi suara pada usia 19 minggu ke atas. Rentang frekuensi antara 1000-3000hhz, 23 minggu 500hz, 27 minggu 100-500 hz, 31 minggu 1000-8000 hz (Arabin b, dkk, 2002).

Jangan bayangkan bahwa rahim bagai sebuah tempat yang senyap. Detak jantung sang ibu dan saluran pencernaannya menyediakan suara latar yang teratur.

Begitu pula darah yang mengalir cepat melewati pembuluh-pembuluh darah utama. Bahkan kata-kata dari ibunya tiap hari dia dengar dan secara biologis kata-kata itu masuk dalam janin.

Kata-kata ibunya rupanya “tertanam” pada janin anak. Itulah mengapa di mana pun anak selalu lebih dekat pada ibunya dari pada ayahnya.

Seorang anak yang menangis akan berhenti jika digendong oleh ibunya. Bagi para calon ayah kalau anak ingin juga dekat dengan Anda secara emosional maka ketika istri sedang mengandung banyaklah berkomunikasi yang baik pada ibunya maupun pada janin yang dikandungnya. Hal ini merupakan bentuk stimulasi pendidikan bahasa pertama.

Selain suara-suara yang teratur itu, bayi yang belum lahir mendengar dan merespons suara-suara di lingkungan sekitarnya baik yang teratur maupun yang tidak teratur (Mustika :2005).

Suara-suara yang indah, lembut akan membuat dia merasa nyaman dan damai dalam rahim ibunya, sebaliknya, suara-suara yang berisik, keras dan bising akan menjadikan dia stres dan itu berdampak pada perkembangan janin.

Dalam bukunya “Spritualisasi Kehamilan” M Shodiq Mustika menuliskan bahwa para ilmuwan melaporkan ibu yang tinggal di bawah jalur penerbangan sebuah bandara kota yang sibuk ternyata memproduksi (hormon pembangun) yang jumlahnya lebih rendah.

Begitu pula wanita yang bekerja di pabrik-pabrik dengan tingkat kebisingan yang selalu tinggi. Mereka pun cenderung memiliki bayi yang lebih kecil dibandingkan para ibu yang hidup di lokasi-lokasi yang tidak bising.

Waktu penulis mengikuti seminar dengan judul Kombinasi Stimulasi dan Nutrisi Pengungkit Otak Selama Kehamilan untuk Mencetak Generasi yang Lebih Cerdas dan Lebih Sehat oleh dr. Fredrico Patria, S.Pog, bahwa menurut penelitian yang telah dilakukannya stimulasi musik mozart mampu mencerdaskan janin sejak dalam kandungan.

Jadi memang memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran sangat baik bagi janin sebagai software ibaratnya, dan mendengar musik mozart sebagai hardware baik bagi ibu yang sedang mengandung. (*)

*Dosen PGMI IAILM Suryalaya

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.