STISA Cetak Santri Jadi Sarjana Kearifan Lokal

51
WISUDA. Ketua Pembina STISA Ash Shofa Manonjaya Tasikmalaya KH Aziz Affandi (kiri) melaksanakan prosesi Sidang Senat Terbuka Milad ke V dan Wisuda Sarjana S-1 ke-2 di favehotel, Rabu (26/12). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Sebanyak 63 wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Wal Aqidah (STISA) Ash-Shofa Manonjaya mengikuti Sidang Senat Terbuka Milad ke-V dan Wisuda Sarjana S-1 ke-2 di favehotel.

Para wisudawan tersebut merupakan lulusan dari Jurusan Ushuludin Prodi Ilmu Aqiqah dan Jurusan Syariah Prodi Ahwal Al Syahksiyah.

Wakil Ketua Yayasan STISA Ash Shofa Manonjaya Tasikmalaya Dodo Aliyul Murtadlo bersyukur telah melaksanakan sidang senat terbuka wisuda para mahasiswanya.

“Lulusan kami memiliki ciri kearifan lokal, bahwa mereka semuanya entitas santri. Perwakilan dari pondok pesantren Ciamis, Tasik, Garut, Jakarta dan lain sebagainya,” ungkap Dodo usai kegiatan, Rabu (26/12).

Kearifan sebagai sosok santri harus tetap dijaga oleh para lulusan. Ahlussunnah wal jamaah sebagai mazhab mereka menjadi warna dominan dalam kehidupan sehari-hari saat terjun ke masyarakat.

“Kearifan yang kami maksud tetap menjadi santri meski bergelar strata satu,” tuturnya.

Kemudian, kata dia, santri yang identik sebagai kaum tekstual dan cenderung konservatif harus mampu naik satu atau dua digit menjadi sosok alim atau menguasai hal bersifat kontemporer.

“Maka kami persembahkan para lulusan bidang fikih dan akidah, terutama hukum keluarga yang dominan mereka pelajari. Semoga, para lulusan menjadi pion penggerak pembangunan moral tanah air,” harap Dodo.

Ketua Pembina STISA Ash Shofa Manonjaya Tasikmalaya KH Aziz Affandi menjelaskan yayasan tersebut merupakan lembaga pendidikan yang diakui dan sama dengan pendidikan formal lainnya.

Para lulusan diamanatkan menjadi sarjana yang memiliki perbedaan dalam pengabdian terhadap masyarakat.

“Selain bersertifikat sarjana, mereka harus mengabdi terhadap Allah dan kemudian mengabdi di tengah masyarakat dengan cara baik. Jangan cara yang tidak disenangi agama,” tutur Pimpinan Ponpes Miftahul Huda ini. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.