Stok Beras di Kota Banjar Cukup untuk Tiga Bulan ke Depan

67
0

BANJAR – Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan produksi padi di Kota Banjar surplus. Hingga 7.600 ton. Menurut dia, jika dikonversi dalam bentuk beras, Kota Banjar surplus selama kurun waktu tiga bulan ke depan.

Saat ini pun stok beras sekitar 28 ribu ton. “Ini merupakan keberhasilan petani kita. Meskipun didukung dengan peralatan alsintan (alat dan mesin pertanian) yang belum sepenuhnya dimiliki para petani, namun setiap panen kita selalu surplus, kita mandiri untuk produk pertanian padi,” kata Ade Minggu (31/3).

Ade berharap produksi padi di Kota Banjar terus meningkat. Selain bisa konsisten mencukupi kebutuhan beras lokal, perekonomian petani juga meningkat.

“Di Kota Banjar sudah ada sekitar 167 kelompok tani. Kelompok itu juga sering mendapat bantuan baik dari pemerintah kota maupun pusat. Contoh kemarin dapat bantuan dari Kementerian Pertanian dengan jumlah bantuan total Rp 1,3 miliar,” katanya.

Ia berharap petani di Kota Banjar semakin sejahtera dan hasil produksi pertanian dan perkebunannya melimpah.

Sebab, pemerintah saat ini memprioritaskan bantuan, baik berupa anggaran maupun alsintan untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan para petani.

“Alhamdulillah Kota Banjar selalu surplus pangan terutama beras. Saya terima kasih kepada Babinsa dan Binmas yang mau bersinergi secara bersama-sama menaikan produksi pertanian di Kota Banjar,” katanya.

Targetnya, ke depan pemerintah kota harus merampungkan jaringan irigasi di seluruh wilayah pertanian di Kota Banjar.

“Banjar yang kurang adalah jaringan irigasinya (Jitut). Sejauh ini, sekitar 50 persen pemenuhan jaringan irigasi. Semoga ke depan segera terlaksana pembangunannya hingga mencapai 100 persen,” ungkap wali kota.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Banjar Dr dr H Herman Sutrisno MM sebelumnya juga mengatakan produksi pertanian di Kota Banjar cukup melimpah, terutama padi.

Produksi pertanian didukung dengan masyarakatnya yang enam puluh persen merupakan petani. “Sekarang harus bisa menciptakan petani entrepreuner, artinya harus bisa memproduksi dan menjualnya. Jangan bisa memproduksi namun bingung memasarkannya,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.