Stok Melimpah, Harga Beras Terkendali

4

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Bulog pekan lalu menggelontorkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) melalui operasi pasar. Namun, karena saat ini stok beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) melimpah, Bulog diharapkan menyesuaikan pasokan yang rencananya mengguyur stok 10 ribu–15 ribu ton beras per hari.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi menyatakan, stok beras dalam gudang PIBC melimpah. Lebih dari 40 ribu ton. Karena itu, harga beras di PIBC terbilang masih normal dan terkendali. ’’Memang ada sedikit kenaikan harga sekitar 3 persen. Namun, ini masih tergolong wajar dan cenderung sementara. Terlebih, sebentar lagi petani panen raya,’’ ujar Arief di Jakarta Senin (10/9).

Menurut dia, harga beras tahun ini lebih terkontrol daripada sebelumnya. Berdasar data year-to-year, kenaikan tercatat 3,8 persen pada periode bulan lalu bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 7,4 persen.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menjelaskan, salah satu penyebab kenaikan harga beras adalah musim panen padi di beberapa daerah yang mulai usai dan kekeringan yang terjadi hampir di seluruh Indonesia. Produksi yang mulai turun dan meningkatnya harga gabah pada akhirnya memicu kenaikan harga beras di tingkat konsumen. ’’Kami bakal mengantisipasi supaya masyarakat mendapatkan harga beras yang terjangkau,’’ katanya.

Bulog akan menyalurkan beras ke pasar dengan rentang harga Rp 8.100 per kilogram di Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Selain itu, Bulog bakal mendistribusikan beras dengan harga jual Rp 8.600 per kilogram untuk wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan serta beras seharga Rp 8.900 untuk wilayah Maluku dan Papua. (agf/c14/oki/jpg)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.