Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Stok Pangan di Garut Surplus

80
0
MELAYANI. Pedagang Pasar di Garut sedang melayani pembeli, Selasa (25/8). Saat ini stok pangan dan sayuran berlimpah. Fatkhur Rizqi
MELAYANI. Pedagang Pasar di Garut sedang melayani pembeli, Selasa (25/8). Saat ini stok pangan dan sayuran berlimpah. Fatkhur Rizqi

GARUT – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga Guna Santika mengatakan di masa pendemi ini pihaknya berkomitmen mengembangkan sektor pertanian. Hal ini dalam rangka menjamin ketersediaan stok pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Kebutuhan stok pangan pandemi ini untuk padi, jagung, dan sayuran masih surplus,” katanya kepada Radar, Selasa (25/8).

Untuk surplusnya dari gabah giling kering (ggk) pe rtahun mencapai 57.875 ton. Karena per tahunnya dari 42 ribu lahan sawah menghasilkan 530.715 ggk. Adapun kebutuhan masyarakat dari 2.608.225 jiwa hanya 276.475 ton.

Selanjutnya, komoditas pangan jagung surplusnya mencapai 376.786 ton per tahunnya. Itu karena pe rtahun menghasilkan 469.051 ton, sedangkan kebutuhannya masyarakat hanya 59.989 ton. “Kita mengusahakan agar bisa mengendalikan kestabilan stok pangan sehingga menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Komoditas sayuran di Kabupaten Garut juga berlimpah. Pada bulan Juli saja, untuk produksi kentang 13,038 ton, cabai merah 8.515, cabai rawit 4.531 dan bawang merah 1.872.

Adapun kebutuhan konsumsinya kentang 1.304, cabai merah 782, cabai rawit 782, bawang merah 548. “Untuk surplusnya dari kentang 11.734, cabai merah 7.733, cabai rawit 3.749, dan bawang merah 1.324,” katanya.

Melihat sayuran berlebih itu, Kabupaten Garut termasuk berkontribusi dalam memasok kebutuhan pangan untuk Jabar dan nasional, terutama cabai dan bawang. “Kita juga sebagai penyangga nasional untuk kebutuhan cabai dan bawang merah,” ujarnya.

Kemudian, Pemkab Garut juga berinisiatif membangun ketahanan pangan daerah dengan memanfaatkan kondisi Garut sebagian lahan agraris. Maka produktivitas sektor pertanian memberi kontribusi yang signifikan dalam perekonomian.

“Pangan kita berlebih tapi serapan ke pasar terbatas. Untuk menolong itu saya melakukan ekspansi ke wilayah Timur yakni Pangkal Pinang, Batang, Bangka Belitung, Jambi dan lainnya,” katanya.

Selanjutnya dalam menjaga petani terus menanam, pihaknya sudah memberikan pembiayaan dengan program KUR. Tahun ini mencapai Rp 100 miliar dari bank pelaksana.

“Sudah memberikan bantuan modal kepada komunitas pangan dan perkebunan tertentu seperti kopi, tembakau, padi dan jagung. Sehingga mereka tetap dapat bertahan bercocok tanam keadaan sekarang,” katanya.

Untuk holtikultura atau petani sayuran belum mendapatkan bantuan, karena relatif padat modal. “Selain itu belum ada regulasi yang mengaturnya,” ujarnya.

Pedagang Pasar Subuh Ciawitali Ade (40) mengakui ketersediaan sayuran di masa pandemi masih aman. Utamanya cabai rawit dan tomat. Hal ini mengakibatkan harga jual anjlok dari 3 minggu kemarin.

“Harga sayuran yang anjlok seperti cabai awalnya Rp 16 ribu sekarang Rp 12 ribu perkilogram (kg) dan tomat awalnya Rp 8.000 sekarang Rp 3.000. Itu karena sedang musim panen,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.