Stok Reagen untuk Swab Test di Kota Banjar Menipis

38
0
SWAB TEST. Salah seorang pegawai Kejaksaan Negeri Banjar saat menjalani swab test beberapa waktu lalu. Stok reagen untuk swab test di RSUD Kota Banjar tersisa 1.400 buah.
SWAB TEST. Salah seorang pegawai Kejaksaan Negeri Banjar saat menjalani swab test beberapa waktu lalu. Stok reagen untuk swab test di RSUD Kota Banjar tersisa 1.400 buah.
Loading...

BANJAR – Stok reagen untuk swab test PCR Covid-19 di RSUD Kota Banjar tersisa 1.400 buah. Jumlah itu diperkirakan cukup untuk pemeriksaan swab test hingga dua minggu ke depan.

“Itu akan cukup untuk berapa hari ke depan, namun juga tergantung penggunaan perharinya. Kalau banyak pemeriksaan tracing cepet maka akan cukup untuk dua mingguan ke depan,” kata Direktur RSUD Kota Banjar drg Eka Lina Liandari, Minggu (24/1).

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar mengusulkan penambahan reagen sebanyak 3.500 buah. Reagen merupakan ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19.

“Kami sudah mengusulkan penambahan jumlah reagen untuk kebutuhan tes swab Covid-19. Jumlahnya sebanyak 3.500 reagen,” kata Direktur RSUD Banjar drg Eka Lina Liandari akhir tahun kemarin.

Ia menjelaskan untuk kebutuhan pemeriksaan pasien Covid-19 di RSUD sendiri sekitar 50 reagen sesuai kapasitas jumlah tempat tidur. Namun yang diperlukan dengan jumlah banyak untuk Dinas Kesehatan. Karena Dinas Kesehatan melalui satuan tugas melakukan tracking setiap hari terhadap orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

loading...

“Kalau kebutuhan RS untuk pasien mah 30-an atau maksimal 50-an sesuai tempat tidur setiap harinya. Karena untuk perbandingannya, satu pasien positif itu harus dilakan tracking terhadap orang yang kontak erat 10 sampai 30 orang. Jadi perbandingannya 1 berbanding 30,” katanya.

Baca juga : PSBB di Kota Banjar Gagalkan Program Luring, PJJ Terkendala Kuota

Sementara stok reagen di RS Asih Husada di Langensari tinggal sedikit. Direktur RS Asih Husada Wiwik Nur Santi mengatakan pihaknya tengah mengajukan kembali pengadaan reagen melalui Dinas Kesehatan Kota Banjar. “Untuk reagen saat ini, kita masih mengajukan ke Dinas Kesehatan,” ungkap Wiwik Nur Santi.

Reagen kini banyak digunakan seiring dengan banyaknya pemeriksaan swab test dari tracking kepada orang-orang yang kontak erat dengan pasien atau orang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. Selain itu, swab test juga dilakukan di beberapa puskesmas untuk masyarakat yang mengeluhkan gejala seperti gejala Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Andi Bastian mengatakan tracking dilakukan setiap hari oleh petugas medis dari puskesmas dan Dinas Kesehatan yang masuk dalam satuan gugus tugas.

“Peningkatan kasus positif Covid-19 terus naik, sehingga tracking terhadap orang-orang yang kontak erat juga terus dilakukan setiap hari. Sehingga membutuhkan jumlah reagen tambahan,” katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Agus Nugraha mengatakan pengadaan reagen 3.500 buah pada tahun lalu itu dari aggaran BTT Covid-19 tahun 2020 yang masih tersedia.

“Dari BTT, namun itu juga anggarannya penghabisan karena untuk reagen sendiri lumayan besar biayanya, tapi mau gimana lagi soalnya kita butuh itu (reagen, Red),” ujarnya. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.