Beranda Edukasi Stroke Iskemik Paling Banyak Terjadi, Kenali Tanda-Tandanya dan Segera Obati

Stroke Iskemik Paling Banyak Terjadi, Kenali Tanda-Tandanya dan Segera Obati

1221
0
BERBAGI
dr Dadan Sofian SpKFR Mkes CH

STROKE menurut WHO (World Healt Organization) adalah gangguan fungsi saraf akut. Penyebabnya, gangguan peredaran darah pada otak.

Kemudian, mucul gejala dan tanda sesuai dengan daerah fokal yang terganggu di otak.

Dokter Spesialis Klinik Rehabilitasi Medik di Perum Garuda Mas E1 dr Dadan Sofian SpKFR Mkes CH menuturkan, gejala atau tanda stroke antara lain mual dan muntah, sakit kepala hebat diserta kaku pada leher dan vertigo.

Selain itu, adanya penurunan kesadaran dan sulit menelan, sehingga mengakibatkan tersedak.

“Bisa juga gangguan keseimbangan dan koordinasi serta hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda,” tutur dr Dadan.

Berdasarkan gejala, lanjutnya, stroke dibagi dua macam. Yakni stroke iskemik dan stroke hemohagik.

Sebanyak 80 persen stroke adalah iskemik. Yakni terjadinya penyempitan pada pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang.

Untuk stroke Iskemik terbagi;

Pertama, yakni stoke trombotik yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di salah satu pembuluh darah arteri pemasok darah ke otak.

“Pembentukan gumpalan darah itu disebabkan oleh timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri dan menyebabkan menurunnya aliran darah,” ujarnya.

Kedua, stroke embolil, yaitu stroke yang terjadi ketika ada gangguan darah atau gumpalan yang terbentuk di bagian tubuh lain. Umumnya di sekitar jantung. Adapaun stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkna pendarahan.

Selain muntah dan mengalami gangguan keseimbangan, pada penderita stroke biasanya terjadi kelainan. Bentuk wajah terlihat menurun pada satu sisi dan tidak mampu tersenyum. Fleksibilitas lengan juga berkurang. Bahkan, tidak mampu mengakat salah satu lengannya, atau keduanya karena sudah mati rasa.

Untuk mengetahui penyakit ini, terang dr Dadan, beberap tahap dan jenis pemeriksaan perlu dilakukan.

Diantaranya tes darah untuk mengetahui kadar gula, menghitung jumlah sel darah untuk melihat kemungkinan infeksi dan keseimbangan zat kimia dan elektrolit serta kecepatan pembekuan darah.

Selanjutnya, pemeriksaan dengan CT-scan, MRI yakni menggunakan gelombang radio dan magnet untuk menghasilkan gambaran detail dari otak pasien.

“Pengobatan stroke juga berbeda sesuai dengan jenisnya. Jika stroke hemoragik penanganan awal untuk mengurangi tekanan pada otak dan mengontrol pendarahan, bisa dengan obat-obatan dari resep dokter dan operasi, dan lainnya,” tuturnya.

Namun dengan seiringnya perkembangan teknologi, stroke bisa diobati dengan metode gymnassium rehabilitation yang berfungsi untuk melatih kekuatan otot, melatih keseimbangan, melatih koordinasi dan melatih edurans lokal.

“Terapi ini juga bisa untuk melatih fleksibilitas sendri, melatih peregangan otot, melatih keugaran, pola jalan seta otot dasar panggul,” terang dr Dadan. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here