STT YBSI Tasik Juara Kompetisi Internasional

74
0
Istimewa. BANGGA. Ketua STT YBSI Tasikmalaya Dewanto Rosian Adhy MT (kiri, belakang) dan Tim IoT STT YBSI foto bersama setelah dinobatkan sebagai juara 1 kompetisi WI-CAN, Jumat (11/12).
Istimewa. BANGGA. Ketua STT YBSI Tasikmalaya Dewanto Rosian Adhy MT (kiri, belakang) dan Tim IoT STT YBSI foto bersama setelah dinobatkan sebagai juara 1 kompetisi WI-CAN, Jumat (11/12).

TASIK – Sekolah Tinggi Teknologi YBS Internasional (STT YBSI) Tasikmalaya menjadi juara 1 pada kompetisi WI-CAN (Widyatama International Innovation and Academic Competition, Exhibition), Jumat (11/12). Pada kompetisi internasional tersebut, mahasiswa STT YBSI membuat produk inovasi yang dinamai Sicopet (Sistem Informasi Covid Prevention Technology).

Ketua STT YBSI Tasikmalaya Dewanto Rosian Adhy MT mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa di daerah bisa menorehkan prestasi di tingkat internasional.

“Civitas akademika bangga karena STT YBSI mampu mengharumkan nama Tasikmalaya bahkan Indonesia di kompetisi kancah internasional seperti WI-CAN ini,” ujarnya.

WI-CAN adalah sebuah perlombaan dan eksibisi yang diadakan oleh Universitas Widyatama. Event ini terdiri dari banyak tema perlombaan salah satunya tentang Inovasi Teknologi Internet Of Things Exhibition, Technology Implementation in the Industrial Revolution Era 4.0, Innovative Product Design for AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), Support Industry, StartUp and SMEs dan tema lainnya.

“Peserta yang mengikuti eksibisi ini pun berasal dari beberapa kampus yang ada di Indonesia dan ada beberapa tim yang berasal dari negara Malaysia, Taiwan, Timor Leste, Myanmar dan Jerman,” katanya.

Tahun 2020 adalah tahun kedua mahasiswa Kampus STT YBSI Tasikmalaya mengikuti event kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Widyatama Bandung. Tahun lalu STT YBSI menorehkan prestasi menjadi peserta 10 besar.

“Kali ini Tim IoT STT YBSI yang terdiri dari Willy, Asep Mustopa dan Ahmad Miftah menorehkan prestasi yang sangat membanggakan dengan menjadi juara 1 mengungguli kampus yang berasal dari Indonesia dan luar negeri,” katanya.

Dengan sebuah produk inovasi yang dinamai Sicopet (Sistem Informasi Covid Prevention Technology) STT YBSI berhasil menyabet juara 1 disusul dengan Universitas Widyatama di posisi kedua dan Univeristas Bina Nusantara di posisi ketiga.

“Kompetisi ini adalah langkah awal untuk langkah besar selanjutnya, yang mana produk yang dikembangkan sudah dalam proses paten dan persiapan produksi massal. Saya mengapresiasi kerja keras mahasiswa yang telah berjuang untuk membuktikan bahwa inovasi yang mereka kembangkan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

Willy Muhammad Fauzi selaku ketua tim mengaku bangga dan tidak pernah menyangka timnya akan menjadi yang terbaik, terlebih ketika penjurian mendapatkan apresiasi dari Professor Dr Norzaidi Haji Mohd Daud yang berasal dari Univesitas Technology Mara Malaysia.

Sistem yang dibangun disebutkan akan sangat membantu instansi swasta atau pemerintah dalam merekam data pelanggaran terhadap protokol kesehatan.
“Produk Sicopet ini bekerja menggunakan Technology Artificial Intelegence dan IoT,” katanya.

Produk ini merekam pelanggaran penggunaan masker, merekam penggunaan alat pencuci tangan dan mencatat suhu tubuh sebelum memasuki ruangan dan bersifat humanless.

Data hasil perekaman tersebut bisa mendeteksi kedisiplinan sebuah intansi dalam menegakkan protokol kesehatan dan bisa menjadi acuan decision maker dalam membuat sebuah kebijakan baik itu rewards and punishment. “Demo Produk ini bisa disaksikan pada www.bissa.net – Teknologi Untuk Pendidikan Indonesia,” pungkasnya. (rls/na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.