Petugas Masih Menyisir Sungai Wadas

Sudah 4 Hari Hilang, Keluarga Yakin Bunga Masih Hidup

60
Petugas BPBD Kabupaten Cirebon melakukan penyisiran di jalur Sungai Wadas. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON–Sudah empat hari Bunga Zahrotun Nikmah (3), anak pasangan dari Wawan (39) dan Ina Rohaeni (35) warga RT 11 RW 05 Blok Wadas, Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon dikabarkan hilang. Berbagai cara dan upaya dilakukan keluarga untuk mencari Bunga.

Bahkan, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Cirebon, terus menyisir sungai Wadas Desa Tegalsari, Kecamatan Plered.

Hal itu dilakukan lantaran sandal Bunga ditemukan di tepi sungai tersebut, beberapa saat setelah korban dikabarkan hilang. Temuan tersebut menguatkan dugaan korban hilang terjebur ke sungai.

Namun, tidak ada yang tahu pasti penyebab hilangnya Bunga. Bunga yang hilang misterius di dekat Sungai Wadas membuat keluarga mendatangi orang pintar.

“Saya juga sudah ke orang pintar. Jawabannya anak saya masih hidup dan 90 persen dibawa mahluk halus dan 10 persen dibawa orang. Kata orang pintar, Bunga sudah ada di Jakarta dan ada lagi yang mengatakan ada di Bandung. Saya juga enggak tahu,” kata Wawan, Senin (18/2).

Ina Rohaeni ibu korban meyakini kalau anaknya masih hidup. Dia  menduga dibawa kabur orang. Pasalnya, kendati sandalnya ditemukan di tepi sungai tapi keseharian Bunga adalah anak yang tidak pernah bermain di dekat sungai. Sepulang dari PAUD, Bunga hanya bermain di sekitar rumah.

“Sekitar pukul 12.30 WIB sehabis makan anak saya keluar rumah. Sejak itu sampai sekarang dia belum balik lagi,” ucapnya sambil menambahkan pernah mengalami kejadian yang tidak sewajarnya dengan sempat mendengar anaknya yang memanggil-manggil karena kedinginan.

Kepala Pusdalop BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan mengatakan, pencarian sudah memasuki hari ke empat di jalur Sungai Wadas.

“Karena waktu sudah sore kami hentikan pencarian. Kami masih belum menemukan tanda-tanda jejak korban. Tapi kami tetap berupaya melakukan pencarian semaksimal mungkin. Nanti hasil dari pencarian akan kami evaluasi,” katanya.

Faozan menduga ada kemungkinan korban tersangkut di sepanjang jalur sungai yang banyak ditumbuhi bambu dan sampah.

“Korban dinyatakan hilang hanya berdasarkam temuan sandal korban di pinggir sungai. Tidak ada saksi yang melihat. Jadi ada kemungkinan lainnya. Tapi tetap kami menyisir sungai dan berusaha membantu terus mencari korban,” ucapnya. (cep/Radar Cirebon)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.